Potensi Serapan dan Nilai Ekonomi Karbon Agroforestri Perkebunan Kopi Robusta (Coffea Canephora) di Kelurahan Gombengsari Kabupaten Banyuwangi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Kelurahan Gombengsari merupakan daerah yang berada di Kecamatan
Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, yang berada pada dataran tinggi dengan
penghasil kopi robusta perkebunan milik rakyat yang juga berkembang sebagai
kawasan wisata edukatif, seperti wisata kopi dan peternakan. Aktivitas wisata di
wilayah ini berpotensi meningkatkan emisi gas rumah kaca (GRK), terutama
melalui kegiatan sangrai kopi, transportasi, dan penggunaan energi berbahan bakar
kayu. Untuk mengatasi hal ini, sistem agroforestri yang telah diterapkan di
perkebunan kopi Gombengsari dinilai efektif dalam menyerap karbon, menjaga
kesuburan tanah, serta mendukung konservasi lingkungan dan kualitas udara.
Agroforestri tidak hanya bermanfaat secara ekologis, tetapi juga memiliki potensi
dalam jasa lingkungan melalui nilai ekonomi karbon. Namun, potensi ini di
Gombengsari belum banyak dikaji secara ekonomi. Penilaian nilai ekonomi karbon
penting untuk menunjukkan kontribusi agroforestri terhadap mitigasi iklim serta
sebagai dasar pengembangan insentif lingkungan dan peluang dalam pasar karbon.
Hal ini juga sejalan dengan kebijakan nasional, yaitu PP No. 98 Tahun 2021 yang
mengatur tentang Nilai Ekonomi Karbon dan perdagangan karbon.
Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh lahan agroforestri kopi robusta di
Kelurahan Gombengsari pada jalur tracking wisata edukasi kopi. Sampel diambil
dari 10 plot berukuran 20 × 20 meter (total 4.000 m²) yang tersebar di empat
lingkungan yaitu Lerek, Kacangan Asri, Suko, dan Gombeng. Subjek penelitian
berupa tegakan pohon kopi dan serasah, dengan metode “purposive sampling”
berdasarkan vegetasi campuran, kemudahan akses, dan variasi umur tanaman.
Sehingga mendapatkan hasil total 933 pohon terdiri dari, kopi sebanyak 804 pohon,
kelapa 37 pohon, pisang 42 pohon, gamal 32 pohon, cengkeh 9 pohon, dan durian
9 pohon. Dari hasil iventarisasi pohon, menghasilkan nilai cadangan karbon sebesar 579,372 ton/ha dan serapan karbon mencapai 2.178,44 ton CO₂/tahun. Nilai ekonomi
karbon dari total serapan tersebut diperkirakan mencapai Rp.143.238.813/tahun.
Pendekatan nilai ekonomi tidak hanya mendukung pengembangan lingkungan
melalui pengurangan emisi karbon, tetapi juga memberikan keuntungan ekonomi
bagi petani lokal yang ada di Kelurahan Gombengsari.
Description
Reaploud Repository February_agus
