Toksisitas Ekstrak Batang dan Daun Kemangi (Ocimum sanctum) Terhadap Larva Nyamuk Aedes aegypti serta Pemanfaatannya Sebagai Buku Referensi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor penyebar sejumlah penyakit,
salah satunya adalah penyakit demam berdarah. Bedasarkan data yang dihimpun
oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, pada tahun 2020 jumlah kasus DBD
di Lumajang sekitar 131 kasus dengan angka kematian akibat DBD tercatat
terdapat 2 kasus (Dinkes Lumajang, 2020). Pada tahun 2021 angka tersebut
mengalami kenaikan menjadi 153 kasus DBD yang tercatat. Adanya peningkatan
kasus DBD yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang terjadi, maka perlu
dilakukan pengendalian nyamuk Aedes aegypti. Pengendalian jentik nyamuk
(larva) Aedes aegypti yang berperan sebagai vektor utama penyakit Demam
Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu pencegahan wabah penyakit
demam berdarah yang dapat dilakukan melalui mekanisme kimiawi maupun
biologis alami. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan untuk
pengembangan larvasida alami yang ramah lingkungan yang dianggap lebih aman
bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Pestisida nabati adalah pestisida yang
komponen utamanya berasal dari tumbuhan.
Tanaman yang digunakan sebagai larvisida nabati harus memiliki
komponen kimia tertentu. Misalnya, fenol, alkaloid, tanin, flavonoid, dan saponin
yang ditemukan dalam daun kemangi memiliki sifat larvasida alami. Saponin
yang terkandung dalam insektisida alami berperan sebagai racun perut dan masuk
ke mulut serangga melalui lubang, getah, atau kulit.
Insektisida alami
mengandung flavonoid yang berperan sebagai racun pernapasan yang dapat
membahayakan sistem pernapasan serangga, mencegahnya bernapas dan akhirnya
menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya
toksisitas (LC50) campuran ekstrak batang dan daun kemangi (Ocimum sanctum)
terhadap larva nyamuk Aedes aegypti dalam waktu dedah 24 jam.
Penelitian ini dilakukan di Sub Laboratorium Toksikologi dan Parasitologi
Program studi Pendidikan Biologi Universitas Jember untuk pembuatan campuran
ekstrak batang dan daun tanaman kemangi (Ocimum sanctum) Penelitian ini
dimulai pada bulan maret 2022 – Januari 2023. Penelitian ini dilakukan terdiri dari uji pendahuluan dan uji akhir. Uji Pendahuluan dilakukan untuk menentukan
konsentrasi campuran ekstrak batang dan daun kemangi (Ocimum sanctum).yang
dapat membunuh larva uji 5% dan 95% larva dalam waktu dedah 24 jam tanpa
pengulangan. Uji akhir menggunakan desain penelitian rancangan acak langkap
(RAL) yang terdiri dari 10 perlakuan, masing-masing menggunakan 20 larva uji
dalam waktu dedah 24 jam. Serial konsentrasi yang digunakan dalam uji akhir
adalah 300 ppm, 600 ppm, 900 ppm, 1.200 ppm, 1.500 ppm, 1.800 ppm, 2.100
ppm, 2.400 ppm. Penentuan LC50 dilakukan dengan analisis probit menggunakan
software SPSS.
Hasil analisis probit menunjukkan bahwa besar konsentrasi campuran
ekstrak batang dan daun kemangi (Ocimum sanctum) untuk mematikan 50% dari
larva uji dalam waktu dedah 24 jam sebesar 1318,023. Batas bawah pada analisis
probit menunjukkan besar konsentrasi paling rendah campuran ekstrak batang dan
daun kemangi (Ocimum sanctum) yang dapat mematikan 50% larva uji. Batas atas
pada analisis probit menunjukkan besar konsentrasi paling tinggi campuran
ekstrak batang dan daun kemangi (Ocimum sanctum) yang dapat mematikan 50%
larva uji. Hasil Penelitian mengenai toksisitas dari campuran ekstrak batang dan
daun kemangi (Ocimum sanctum) terhadap mortalitas larva nyamuk Aedes aegypti
akan dipublikasikan secara tertulis dalam bentuk buku referensi. Uji validasi
buku oleh 2 validator dari dosen Pendidikan Biologi Universitas Jember (satu
dosen sebagai ahli materi dan 1 dosen sebagai ahli media), 1 orang sebagai
pengguna.
Kesimpulan penelitian yang telah dilakukan adalah campuran ekstrak batang
dan daun kemangi (Ocimum sanctum) bersifat kurang toksik terhadap larva
nyamuk Aedes aegypti karena memiliki nilai LC50 > 1000 ppm, dan buku
referensi yang telah disusun dinyatakan layak untuk dijadikan bahan bacaan
masyarakat. Saran dalam penelitian yang telah dilakukan adalah menganalisis
senyawa kimia yang terkandung dalam masing-masing ekstrak dan melakukan uji
kandungan fitokimia ekstrak.
Description
Reupload file repositori 11 februari 2026_PKL Fani/Firli
