Toksisitas Ekstrak Batang dan Daun Kemangi (Ocimum sanctum) Terhadap Larva Nyamuk Aedes aegypti serta Pemanfaatannya Sebagai Buku Referensi

dc.contributor.authorMaurin Nabila Kusumadewi
dc.date.accessioned2026-02-11T07:22:06Z
dc.date.issued2024-05-30
dc.descriptionReupload file repositori 11 februari 2026_PKL Fani/Firli
dc.description.abstractNyamuk Aedes aegypti merupakan vektor penyebar sejumlah penyakit, salah satunya adalah penyakit demam berdarah. Bedasarkan data yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, pada tahun 2020 jumlah kasus DBD di Lumajang sekitar 131 kasus dengan angka kematian akibat DBD tercatat terdapat 2 kasus (Dinkes Lumajang, 2020). Pada tahun 2021 angka tersebut mengalami kenaikan menjadi 153 kasus DBD yang tercatat. Adanya peningkatan kasus DBD yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang terjadi, maka perlu dilakukan pengendalian nyamuk Aedes aegypti. Pengendalian jentik nyamuk (larva) Aedes aegypti yang berperan sebagai vektor utama penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu pencegahan wabah penyakit demam berdarah yang dapat dilakukan melalui mekanisme kimiawi maupun biologis alami. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan untuk pengembangan larvasida alami yang ramah lingkungan yang dianggap lebih aman bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Pestisida nabati adalah pestisida yang komponen utamanya berasal dari tumbuhan. Tanaman yang digunakan sebagai larvisida nabati harus memiliki komponen kimia tertentu. Misalnya, fenol, alkaloid, tanin, flavonoid, dan saponin yang ditemukan dalam daun kemangi memiliki sifat larvasida alami. Saponin yang terkandung dalam insektisida alami berperan sebagai racun perut dan masuk ke mulut serangga melalui lubang, getah, atau kulit. Insektisida alami mengandung flavonoid yang berperan sebagai racun pernapasan yang dapat membahayakan sistem pernapasan serangga, mencegahnya bernapas dan akhirnya menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya toksisitas (LC50) campuran ekstrak batang dan daun kemangi (Ocimum sanctum) terhadap larva nyamuk Aedes aegypti dalam waktu dedah 24 jam. Penelitian ini dilakukan di Sub Laboratorium Toksikologi dan Parasitologi Program studi Pendidikan Biologi Universitas Jember untuk pembuatan campuran ekstrak batang dan daun tanaman kemangi (Ocimum sanctum) Penelitian ini dimulai pada bulan maret 2022 – Januari 2023. Penelitian ini dilakukan terdiri dari uji pendahuluan dan uji akhir. Uji Pendahuluan dilakukan untuk menentukan konsentrasi campuran ekstrak batang dan daun kemangi (Ocimum sanctum).yang dapat membunuh larva uji 5% dan 95% larva dalam waktu dedah 24 jam tanpa pengulangan. Uji akhir menggunakan desain penelitian rancangan acak langkap (RAL) yang terdiri dari 10 perlakuan, masing-masing menggunakan 20 larva uji dalam waktu dedah 24 jam. Serial konsentrasi yang digunakan dalam uji akhir adalah 300 ppm, 600 ppm, 900 ppm, 1.200 ppm, 1.500 ppm, 1.800 ppm, 2.100 ppm, 2.400 ppm. Penentuan LC50 dilakukan dengan analisis probit menggunakan software SPSS. Hasil analisis probit menunjukkan bahwa besar konsentrasi campuran ekstrak batang dan daun kemangi (Ocimum sanctum) untuk mematikan 50% dari larva uji dalam waktu dedah 24 jam sebesar 1318,023. Batas bawah pada analisis probit menunjukkan besar konsentrasi paling rendah campuran ekstrak batang dan daun kemangi (Ocimum sanctum) yang dapat mematikan 50% larva uji. Batas atas pada analisis probit menunjukkan besar konsentrasi paling tinggi campuran ekstrak batang dan daun kemangi (Ocimum sanctum) yang dapat mematikan 50% larva uji. Hasil Penelitian mengenai toksisitas dari campuran ekstrak batang dan daun kemangi (Ocimum sanctum) terhadap mortalitas larva nyamuk Aedes aegypti akan dipublikasikan secara tertulis dalam bentuk buku referensi. Uji validasi buku oleh 2 validator dari dosen Pendidikan Biologi Universitas Jember (satu dosen sebagai ahli materi dan 1 dosen sebagai ahli media), 1 orang sebagai pengguna. Kesimpulan penelitian yang telah dilakukan adalah campuran ekstrak batang dan daun kemangi (Ocimum sanctum) bersifat kurang toksik terhadap larva nyamuk Aedes aegypti karena memiliki nilai LC50 > 1000 ppm, dan buku referensi yang telah disusun dinyatakan layak untuk dijadikan bahan bacaan masyarakat. Saran dalam penelitian yang telah dilakukan adalah menganalisis senyawa kimia yang terkandung dalam masing-masing ekstrak dan melakukan uji kandungan fitokimia ekstrak.
dc.description.sponsorshipDPU: Dr. Dwi Wahyuni, M.Kes DPA: Prof. Dr. H. Joko Waluyo, M.Si
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/2940
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
dc.subjectMortality
dc.subjectLethal Concentration
dc.subjectBiolarvacide
dc.subjectAedes aegypti
dc.titleToksisitas Ekstrak Batang dan Daun Kemangi (Ocimum sanctum) Terhadap Larva Nyamuk Aedes aegypti serta Pemanfaatannya Sebagai Buku Referensi
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Maurin Nabila Kusumadewi - 200210103105.pdf
Size:
1.9 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: