Pengaruh Formulasi Tepung Glukomanan Porang (Amorphophallus muelleri) terhadap Karakteristik Larutan Edible Coating dan Mutu Apel Manalagi (Malus sylvestris) selama Penyimpanan
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Buah apel manalagi merupakan apel lokal berwarna hijau yang memiliki rasa
manis sehingga banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Buah apel manalagi berasal
dari Malang dan banyak didistribusikan diberbagai wilayah di Pulau Jawa. Buah
apel manalagi yang didistrubusikan akan mengalami penurunan mutu karena
kondisi lingkungan selama perjalanan. Hal ini dapat diatasi dengan pendinginan
atau pengemasan dan penyimpanan pada atmosfir terkendali. Namun, kelemahan
dari pendinginan yaitu memerlukan biaya investasi yang tinggi, sedangkan
penggunaan plastik akan menyebabkan kerusakan pada buah karena sifat plastik
yang tidak tahan terhadap suhu tinggi dan akan mudah terjadi penumpukan uap air
didalamnya.
Edible coating merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk
mempertahankan mutu buah apel selama proses pendistribusian maupun penjualan.
Edible coating dapat menghasilkan lapisan tipis yang menyelimuti permukaan buah
sehingga dapat menjadi penghalang bagi oksigen dan karbondioksida untuk proses
pembusukan sehingga mutunya dapat terjaga. Salah satu bahan yang dapat
dijadikan untuk edible coating adalah golongan hidrokoloid yaitu glukomanan
porang. Glukomanan porang merupakan polisakarida yang memiliki sifat dapat
membentuk film tipis, transparan, elastis, daya kembang tinggi, dan dapat
membentuk gel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formulasi
tepung glukomanan porang pada larutan edible coating terhadap mutu buah apel
manalagi selama penyimpanan. Selain itu juga dilakukan analisa tentang viskositas
larutan edible coating yang dihasilkan dan karakteristik larutannya. Penelitian ini
juga menganalisa tentang pengaruh formulasi tepung glukomanan porang terhadap
buah apel potong segar untuk mencegah terjadinya browning secara enzimatis.Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)
yang dilakukan sebanyak tiga kali ulangan menggunakan satu faktor dengan lima
taraf yaitu A0 (tanpa perlakuan), A1 (0,5%), A2 (0,75%), A3 (1%), A4 (1,25%).
Pengaplikasian edible coating menggunakan metode pencelupan pada suhu larutan
40℃ dan buah yang telah dilapisi edible coating disimpan selama 7 hari pada suhu
ruang (± 25℃). Analisis data menggunakan ANOVA dengan taraf 5% dan jika
terdapat hasil yang signifikan maka dilajutkan dengan Duncan Multiple Range Test
(DMRT). Parameter yang diamati adalah susut bobot, warna L, warna b, total
padatan terlarut, laju respirasi, viskositas larutan, dan karakteristik lapisan yang
dihasilkan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa susut bobot terendah sebesar 2.97%,
warna L tertinggi dengan nilai 80, warna b terendah dengan nilai 15.1, total padatan
terlarut terendah dengan nilai 11,6°Brix, laju respirasi terendah dengan nilai 0.006
ml CO2
/g/jam. Konsentrasi glukomanan yang rendah menghasilkan lapisan coating
yang tipis dan viskositas yang rendah, sedangkan konsentrasi glukomanan paling
tinggi menghasilkan lapisan coating yang tebal dan viskositas yang tinggi.
Perlakuan terbaik berdasarkan hasil perhitungan menggunakan metode multiple
atribute adalah A2 dengan konsentrasi glukomanan sebanyak 0,75%.
Description
Reupload file repository 11 februari 2026_Arif/Halima
