Kualitas Hidup pada Anak Usia 2-5 Tahun dengan Karies Gigi di Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Karies gigi rentan terjadi pada kelompok usia 2-5 tahun karena anak
memiliki karakteristik gigi sulung yang lebih kecil dengan lapisan dentin yang
lebih tipis. Data World Health Organization (WHO) menyatakan sebesar 43%
anak di dunia mengalami karies gigi sulung. Hasil Survei Kesehatan Indonesia
(SKI) tahun 2023 menunjukkan persentase karies gigi sulung nasional sebesar
84,9% dan menjadi negara peringkat ke-5 dengan beban karies gigi sulung
tertinggi. Persentase karies gigi sulung di Jawa Timur sebesar 49,66%. Kabupaten
Jember merupakan kabupaten peringkat ke-5 dengan kasus karies gigi tertinggi di
Jawa Timur. Persentase karies gigi pada anak usia <7 tahun berdasarkan data
Dinas Kesehatan Kabupaten Jember tahun 2023 yaitu 0,73%, jauh lebih rendah
dibandingkan dengan persentase provinsi, nasional, dan internasional. Terjadinya
karies gigi sulung pada anak apabila tidak tertangani dapat mempengaruhi kualitas
hidup anak maupun keluarga. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk
menganalisis hubungan antara karies gigi pada kelompok usia 2-5 tahun dengan
kualitas hidup anak dan keluarga di Kabupaten Jember.
Desain penelitian yang digunakan berupa observasional analitik dengan
pendekatan crossectional yang dilakukan di Kabupaten Jember. Sampel penelitian
sebanyak 297 anak usia 2-5 tahun yang tinggal di Kabupaten Jember. Sampel
diperoleh dengan teknik pengambilan sampel berupa simple random sampling.
Data dikumpulkan melalui wawancara kepada ibu menggunakan instrumen Early
Childhood Oral Health Impact Scale (ECOHIS) dan pemeriksaan gigi klinis pada
anak menggunakan indeks decayed, extraction, filled-teeth (def-t). Analisis data
dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Kruskal-Wallis.
Hasil analisis univariat yaitu sebagian besar karakteristik anak adalah
berusia 4 tahun (39,4%) dan berjenis kelamin perempuan (50,2%). Karakteristik
orang tua anak adalah sebagian besar menempuh pendidikan terakhir di tingkat
dasar (52,9%), dan memiliki pendapatan keluarga <UMK (77,8%). Anak usia 2-5
tahun di Kabupaten Jember sebagian besar mengalami karies gigi parah (65,7%).
Kualitas hidup pada aspek skala dampak anak menunjukkan bahwa nyeri/sakit
gigi merupakan dampak karies gigi pada anak dengan skor tertinggi yaitu sebesar
0,59±0,97. Hasil pengukuran kualitas hidup pada aspek skala dampak keluarga
menunjukkan bahwa item merasa bersalah merupakan item dengan skor tertinggi
yaitu sebesar 0,46±0,90. Puskesmas Gumukmas merupakan puskesmas dengan
skor ECOHIS tertinggi pada domain gejala, fungsi anak, psikologi, keadaan, dan
fungsi keluarga, sedangkan Puskesmas Sumberjambe merupakan puskesmas
dengan skor ECOHIS tertinggi pada domain citra diri/interaksi sosial. Terdapat
hubungan yang signifikan antara karies gigi dengan setiap domain dan item
domain skala dampak terhadap anak (p-value <0,05), kecuali pada domain citra
diri/interaksi sosial meliputi item menolak tersenyum dan berbicara (p-value
>0,05). Hasil analisis juga menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara
kejadian karies gigi pada anak usia 2-5 tahun dengan setiap domain dan item
domain skala dampak terhadap keluarga (p-value <0,05).
Beberapa saran yang dapat diberikan oleh peneliti yaitu diharapkan
Puskesmas terkait/Dinas Kesehatan Kabupaten Jember dapat meningkatkan
pelaksanaan skrining kesehatan gigi dan mulut secara rutin dengan memanfaatkan
kegiatan posyandu sebagai sarana skrining serta meningkatkan pelaporan hasil
skrining dari pihak puskesmas terkait kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Jember.
Masyarakat disarankan dapat membiasakan anaknya untuk praktik oral hygiene,
membatasi konsumsi makanan kariogenik, dan rutin memeriksakan kondisi
kesehatan gigi dan mulut anaknya ke fasilitas kesehatan. Peneliti selanjutnya
disarankan dapat melakukan penelitian dengan menggunakan desain penelitian
dan indeks pengukuran karies gigi yang berbeda seperti PUFA dan
Internasional Caries Detection and Assessment System (ICDAS). Peneliti
selanjutnya juga disarankan dapat mengkaji hubungan antara karies gigi dengan
status gizi anak usia 2-5 tahun di Kabupaten Jember dan mengkaji secara
mendalam menggunakan metode kualitatif mengenai kualitas hidup pada domain
psikologi anak usia 2-5 tahun dengan karies gigi di Kabupaten Jember.
Description
Reupload file repositori 9 februari 2026_ratna/dea
