Kualitas Hidup pada Anak Usia 2-5 Tahun dengan Karies Gigi di Kabupaten Jember

dc.contributor.authorSiti ‘Arifatul Mu’awanah
dc.date.accessioned2026-02-10T08:15:55Z
dc.date.issued2024-07-02
dc.descriptionReupload file repositori 9 februari 2026_ratna/dea
dc.description.abstractKaries gigi rentan terjadi pada kelompok usia 2-5 tahun karena anak memiliki karakteristik gigi sulung yang lebih kecil dengan lapisan dentin yang lebih tipis. Data World Health Organization (WHO) menyatakan sebesar 43% anak di dunia mengalami karies gigi sulung. Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menunjukkan persentase karies gigi sulung nasional sebesar 84,9% dan menjadi negara peringkat ke-5 dengan beban karies gigi sulung tertinggi. Persentase karies gigi sulung di Jawa Timur sebesar 49,66%. Kabupaten Jember merupakan kabupaten peringkat ke-5 dengan kasus karies gigi tertinggi di Jawa Timur. Persentase karies gigi pada anak usia <7 tahun berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Jember tahun 2023 yaitu 0,73%, jauh lebih rendah dibandingkan dengan persentase provinsi, nasional, dan internasional. Terjadinya karies gigi sulung pada anak apabila tidak tertangani dapat mempengaruhi kualitas hidup anak maupun keluarga. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis hubungan antara karies gigi pada kelompok usia 2-5 tahun dengan kualitas hidup anak dan keluarga di Kabupaten Jember. Desain penelitian yang digunakan berupa observasional analitik dengan pendekatan crossectional yang dilakukan di Kabupaten Jember. Sampel penelitian sebanyak 297 anak usia 2-5 tahun yang tinggal di Kabupaten Jember. Sampel diperoleh dengan teknik pengambilan sampel berupa simple random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara kepada ibu menggunakan instrumen Early Childhood Oral Health Impact Scale (ECOHIS) dan pemeriksaan gigi klinis pada anak menggunakan indeks decayed, extraction, filled-teeth (def-t). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil analisis univariat yaitu sebagian besar karakteristik anak adalah berusia 4 tahun (39,4%) dan berjenis kelamin perempuan (50,2%). Karakteristik orang tua anak adalah sebagian besar menempuh pendidikan terakhir di tingkat dasar (52,9%), dan memiliki pendapatan keluarga <UMK (77,8%). Anak usia 2-5 tahun di Kabupaten Jember sebagian besar mengalami karies gigi parah (65,7%). Kualitas hidup pada aspek skala dampak anak menunjukkan bahwa nyeri/sakit gigi merupakan dampak karies gigi pada anak dengan skor tertinggi yaitu sebesar 0,59±0,97. Hasil pengukuran kualitas hidup pada aspek skala dampak keluarga menunjukkan bahwa item merasa bersalah merupakan item dengan skor tertinggi yaitu sebesar 0,46±0,90. Puskesmas Gumukmas merupakan puskesmas dengan skor ECOHIS tertinggi pada domain gejala, fungsi anak, psikologi, keadaan, dan fungsi keluarga, sedangkan Puskesmas Sumberjambe merupakan puskesmas dengan skor ECOHIS tertinggi pada domain citra diri/interaksi sosial. Terdapat hubungan yang signifikan antara karies gigi dengan setiap domain dan item domain skala dampak terhadap anak (p-value <0,05), kecuali pada domain citra diri/interaksi sosial meliputi item menolak tersenyum dan berbicara (p-value >0,05). Hasil analisis juga menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kejadian karies gigi pada anak usia 2-5 tahun dengan setiap domain dan item domain skala dampak terhadap keluarga (p-value <0,05). Beberapa saran yang dapat diberikan oleh peneliti yaitu diharapkan Puskesmas terkait/Dinas Kesehatan Kabupaten Jember dapat meningkatkan pelaksanaan skrining kesehatan gigi dan mulut secara rutin dengan memanfaatkan kegiatan posyandu sebagai sarana skrining serta meningkatkan pelaporan hasil skrining dari pihak puskesmas terkait kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Jember. Masyarakat disarankan dapat membiasakan anaknya untuk praktik oral hygiene, membatasi konsumsi makanan kariogenik, dan rutin memeriksakan kondisi kesehatan gigi dan mulut anaknya ke fasilitas kesehatan. Peneliti selanjutnya disarankan dapat melakukan penelitian dengan menggunakan desain penelitian dan indeks pengukuran karies gigi yang berbeda seperti PUFA dan Internasional Caries Detection and Assessment System (ICDAS). Peneliti selanjutnya juga disarankan dapat mengkaji hubungan antara karies gigi dengan status gizi anak usia 2-5 tahun di Kabupaten Jember dan mengkaji secara mendalam menggunakan metode kualitatif mengenai kualitas hidup pada domain psikologi anak usia 2-5 tahun dengan karies gigi di Kabupaten Jember.
dc.description.sponsorshipDPU: Dr. Candra Bumi, dr., M.Si. DPA: Dhuha Itsnanisa Adi, S.Gz., M.Kes.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/2706
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Kesehatan Masyarakat
dc.subjectKualitas Hidup
dc.subjectAnak
dc.subjectKaries Gigi
dc.titleKualitas Hidup pada Anak Usia 2-5 Tahun dengan Karies Gigi di Kabupaten Jember
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Siti `Arifatul Mu`awanah - 202110101011.pdf
Size:
524.04 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: