Analisis Risiko dengan Metode Preliminary Hazard Analysis Pada Galangan XYZ
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Industri galangan kapal merupakan salah satu sektor dengan risiko
kecelakaan kerja yang tinggi, sehingga penerapan keselamatan dan kesehatan kerja
(K3) menjadi hal yang sangat krusial. Galangan kapal XYZ, sebagai lokasi
penelitian, memiliki karakteristik pekerjaan berat dan kompleks, baik pada kegiatan
pembangunan kapal baru (new ship building) maupun perbaikan kapal (ship
repairing). Aktivitas produksi di dalamnya melibatkan berbagai tahapan yang
berpotensi menimbulkan bahaya bagi tenaga kerja, terutama bila risiko tersebut
tidak diidentifikasi dan dikendalikan secara sistematis. Untuk memberikan
gambaran awal terhadap potensi bahaya dan risiko yang mungkin terjadi, metode
Preliminary Hazard Analysis (PHA) digunakan. PHA merupakan salah satu
pendekatan awal dalam manajemen risiko yang digunakan untuk mengidentifikasi
bahaya dan menilai potensi kerugian yang dapat terjadi, sehingga tindakan
pengendalian dapat dirancang secara tepat. Melalui metode ini, potensi bahaya yang
berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan galangan kapal
dapat dianalisis secara kuantitatif berdasarkan tingkat kemungkinan dan keparahan
risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai risiko kecelakaan
dan kesehatan kerja pada aktivitas galangan kapal XYZ, menilai tingkat keparahan
dan kemungkinan dari risiko yang ditemukan, serta merancang pengendalian yang
sesuai berdasarkan prinsip hirarki pengendalian risiko. Penelitian ini juga
diharapkan dapat menjadi dasar dalam upaya perbaikan sistem manajemen K3
secara berkelanjutan di galangan kapal tersebut.
Pada aktivitas new ship building, ditemukan terdapat 11 tahapan utama.
Sementara itu, pada aktivitas ship repairing, terdapat 9 tahapan pekerjaan. Dari
hasil identifikasi yang dilakukan, ditemukan bahwa terdapat beberapa tahapan kerja
yang memiliki tingkat risiko tinggi dan memerlukan perhatian khusus. Proses
penilaian risiko dilakukan berdasarkan dua parameter utama, yaitu tingkat
kemungkinan (likelihood) dan tingkat keparahan (severity). Setiap bahaya yang teridentifikasi diklasifikasikan ke dalam tingkat risiko rendah, sedang, atau tinggi.
Risiko-risiko dengan tingkat tinggi dijadikan fokus utama untuk diberikan
pengendalian segera guna mencegah terjadinya kecelakaan kerja.
Pengendalian risiko dirancang sesuai dengan kondisi aktual lapangan.
Langkah pengendalian risiko dilakukan berdasarkan prinsip hierarki pengendalian
risiko, yang terdiri dari: Eliminasi dengan menghilangkan sumber bahaya
sepenuhnya, Substitusi dengan mengganti bahan atau proses yang berbahaya,
Rekayasa teknis (engineering control) dengan perancangan ulang peralatan atau
lingkungan kerja, Pengendalian administratif dengan prosedur kerja aman dan
pelatihan pekerja, dan Penggunaan alat pelindung diri (APD) dengan perlindungan
terakhir jika bahaya belum dapat dihilangkan.
Description
Reupload file repositori 10 februari 2026_PKL Fani/Firli
