Pemetaan Sebaran Titik Sumur Yang Mengalami Kekeringan Pasca Banjir Lahar Dingin Sungai Mujur Berbasis Sig dI Desa Jatisari Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
fakultas keguruan dan ilmu pendidikan
Abstract
Desa Jatisari yang berada di Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang
merupakan sebuah daerah yang berada di bantaran sungai Mujur. Sungai Mujur
merupakan salah satu sungai aliran lahar Gunung Semeru. Masyarakat desa
Jatisari terutama yang berada di sepanjang bantaran Sungai Mujur mengandalkan
sumur sebagai sumber air untuk keperluan rumah tangga, namun keadaan berubah
setelah peristiwa banjir lahar dingin yang terjadi di Sungai Mujur tanggal 7 Juli
2023. Peristiwa banjir lahar dingin membuat penurunan pada dasar sungai,
dampaknya sumur masyarakat yang berada di sepanjang bantaran sungai
mengalami kekeringan. Peristiwa kekeringan yang terjadi di Desa Jatisari
merupakan fenomena yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah tersebut.
Kecepatan terjadinya kekeringan yang menyebabkan sumur-sumur warga
mengering juga berlangsung dalam waktu yang relatif singkat. Tujuan dari
penelitian ini adalah: (1) Mengkaji sebaran titik sumur yang mengalami
kekeringan pasca banjir lahar dingin Sungai Mujur di Desa Jatisari Kecamatan
Tempeh Kabupaten Lumajang. Pemetaan terhadap titik titik sumur yang
mengalami kekeringan di Desa Jatisari Kecamatan Tempeh ini penting untuk
dilakukan, agar kedepannya dapat digunakan menjadi pertimbangan dalam
melakukan pembangunan kawasan pemukiman utamanya di sepanjang bantaran
Sungai Mujur.
Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian survei wilayah dengan
pendekatan deskriptif kuantitatif. Pemilihan area penelitian ini didasarkan pada
teknik purposive sampling dengan pengambilan sampel menggunakan teknik
total sampling yang menghasilkan sejumlah 100 sampel sumur yang dikumpulkan
datanya melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari pengukuran berupa 100 titik sumur tersebut kemudian diolah dalam aplikasi ArcMap untuk
dilakukan analisis geostatistik dengan metode IDW (Inverse Distance Weighting).
Hasil analisis ini digunakan untuk menghasilkan Peta sebaran titik sumur yang
mengalami kekeringan di Desa Jatisari.
Hasil dari penelitian ini didapatkan 48 titik sumur yang berstatus kering
dengan memiliki kedalaman antara 7,1 hingga 12,5 meter dengan rata-rata
kedalaman sumur 10,5 meter, sumur-sumur yang berstatus kering ini disimbolkan
dengan warna merah. 35 titik sumur yang mengalami penurunan muka air tanah
dengan memiliki kedalaman antara 7,1 hingga 11,5 meter dan rata-rata kedalaman
sumur 8,5 meter, sumur-sumur yang mengalami penurunan muka air tanah ini
disimbolkan dengan warna kuning. Pada area yang disimbolkan dengan warna
hijau merupakan area dengan kondisi sumur yang tidak terpengaruh oleh
kekeringan, terdapat 17 titik sumur dengan kedalaman berkisar antara 7 hingga
12,6 meter dan rata-rata kedalaman sumur 8,9 meter. Perisitiwa kekeringan di
Desa Jatisari juga berkaitan erat dengan berubahnya gradien hidrolik di kawasan
tersebut, meningkatnya gradien hidrolik berdampak pada peningkatan kemiringan
anatara muka air tanah terhadap muka air sungai, sehingga membuat air tanah
mengalir lebih cepat ke area dengan elevasi yang lebih rendah. Pada peristiwa
kekeringan di Desa Jatisari, aliran air tanah mengalir lebih cepat bergerak menuju
sungai Mujur sehingga berakibat pada mengeringnya sumur-sumur milik
masyarakat Desa Jatisari yang berada di bantaran sungai Mujur.
Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini menunjukkan bahwa 42%
wilayah Desa Jatisari atau seluas 132,3 hektar terdampak kekeringan secara
langsung dengan 48 titik sumur sampel yang terpantau kering sedangkan 38%
wilayah Desa Jatisari atau seluas 119,7 hektar mengalami penurunan muka air
tanah yang terpantau pada 35 titik sumur sampel. Hanya 20% wilayah Desa
Jatisari atau sekitar 63 hektar yang tidak terdampak kekeringan dengan ketinggian
muka air tanah tidak mengalami perubahan yang terpantau pada 17 titik sumur
sampel.
Description
Reupload file repository 9 februari 2026_agus/feren
