Pemetaan Sebaran Titik Sumur Yang Mengalami Kekeringan Pasca Banjir Lahar Dingin Sungai Mujur Berbasis Sig dI Desa Jatisari Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang

dc.contributor.authorKukuh Widyatmoko
dc.date.accessioned2026-02-09T04:23:48Z
dc.date.issued2025-01-09
dc.descriptionReupload file repository 9 februari 2026_agus/feren
dc.description.abstractDesa Jatisari yang berada di Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang merupakan sebuah daerah yang berada di bantaran sungai Mujur. Sungai Mujur merupakan salah satu sungai aliran lahar Gunung Semeru. Masyarakat desa Jatisari terutama yang berada di sepanjang bantaran Sungai Mujur mengandalkan sumur sebagai sumber air untuk keperluan rumah tangga, namun keadaan berubah setelah peristiwa banjir lahar dingin yang terjadi di Sungai Mujur tanggal 7 Juli 2023. Peristiwa banjir lahar dingin membuat penurunan pada dasar sungai, dampaknya sumur masyarakat yang berada di sepanjang bantaran sungai mengalami kekeringan. Peristiwa kekeringan yang terjadi di Desa Jatisari merupakan fenomena yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah tersebut. Kecepatan terjadinya kekeringan yang menyebabkan sumur-sumur warga mengering juga berlangsung dalam waktu yang relatif singkat. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mengkaji sebaran titik sumur yang mengalami kekeringan pasca banjir lahar dingin Sungai Mujur di Desa Jatisari Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang. Pemetaan terhadap titik titik sumur yang mengalami kekeringan di Desa Jatisari Kecamatan Tempeh ini penting untuk dilakukan, agar kedepannya dapat digunakan menjadi pertimbangan dalam melakukan pembangunan kawasan pemukiman utamanya di sepanjang bantaran Sungai Mujur. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian survei wilayah dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pemilihan area penelitian ini didasarkan pada teknik purposive sampling dengan pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yang menghasilkan sejumlah 100 sampel sumur yang dikumpulkan datanya melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari pengukuran berupa 100 titik sumur tersebut kemudian diolah dalam aplikasi ArcMap untuk dilakukan analisis geostatistik dengan metode IDW (Inverse Distance Weighting). Hasil analisis ini digunakan untuk menghasilkan Peta sebaran titik sumur yang mengalami kekeringan di Desa Jatisari. Hasil dari penelitian ini didapatkan 48 titik sumur yang berstatus kering dengan memiliki kedalaman antara 7,1 hingga 12,5 meter dengan rata-rata kedalaman sumur 10,5 meter, sumur-sumur yang berstatus kering ini disimbolkan dengan warna merah. 35 titik sumur yang mengalami penurunan muka air tanah dengan memiliki kedalaman antara 7,1 hingga 11,5 meter dan rata-rata kedalaman sumur 8,5 meter, sumur-sumur yang mengalami penurunan muka air tanah ini disimbolkan dengan warna kuning. Pada area yang disimbolkan dengan warna hijau merupakan area dengan kondisi sumur yang tidak terpengaruh oleh kekeringan, terdapat 17 titik sumur dengan kedalaman berkisar antara 7 hingga 12,6 meter dan rata-rata kedalaman sumur 8,9 meter. Perisitiwa kekeringan di Desa Jatisari juga berkaitan erat dengan berubahnya gradien hidrolik di kawasan tersebut, meningkatnya gradien hidrolik berdampak pada peningkatan kemiringan anatara muka air tanah terhadap muka air sungai, sehingga membuat air tanah mengalir lebih cepat ke area dengan elevasi yang lebih rendah. Pada peristiwa kekeringan di Desa Jatisari, aliran air tanah mengalir lebih cepat bergerak menuju sungai Mujur sehingga berakibat pada mengeringnya sumur-sumur milik masyarakat Desa Jatisari yang berada di bantaran sungai Mujur. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini menunjukkan bahwa 42% wilayah Desa Jatisari atau seluas 132,3 hektar terdampak kekeringan secara langsung dengan 48 titik sumur sampel yang terpantau kering sedangkan 38% wilayah Desa Jatisari atau seluas 119,7 hektar mengalami penurunan muka air tanah yang terpantau pada 35 titik sumur sampel. Hanya 20% wilayah Desa Jatisari atau sekitar 63 hektar yang tidak terdampak kekeringan dengan ketinggian muka air tanah tidak mengalami perubahan yang terpantau pada 17 titik sumur sampel.
dc.description.sponsorshipDPU: Dr. Yushardi, S.Si., M.Si. DPA: M. Asyroful Mujib, S.Pd. M.Pd
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/2295
dc.language.isoother
dc.publisherfakultas keguruan dan ilmu pendidikan
dc.subjectAir Tanah
dc.subjectLahar Dingin
dc.titlePemetaan Sebaran Titik Sumur Yang Mengalami Kekeringan Pasca Banjir Lahar Dingin Sungai Mujur Berbasis Sig dI Desa Jatisari Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
KUKUH WIDYATMOKO - 210210303002.pdf
Size:
4.15 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: