Efektifitas Granular Sludge dan Inokulasi Zeolit Pada Expanded Granular Sludge Bed Untuk Menurunkan Cod: Studi Kasus Limbah Cair Tepung Jagung PT X
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Perkembangan industri yang pesat membawa dampak positif maupun
negatif, salah satunya adalah limbah hasil produksi. Limbah industri terdiri dari
limbah padat, cair, dan gas. Salah satu contoh limbah cair yaitu berasal dari proses
pencucian dan perendaman pati jagung pada industri pengolahan tepung jagung.
Limbah cair ini memiliki karakteristik berwarna putih susu atau kekuningan dan
mengandung Chemical Oxygen Demand (COD) yang tinggi, berkisar antara
10.000–30.000 mg/L. Salah satu metode pengolahan yang efektif adalah Expanded
Granular Sludge Bed (EGSB). EGSB efektif untuk mengolah limbah berkadar
COD tinggi dan berpotensi menghasilkan biogas. Media yang digunakan dalam
EGSB umumnya adalah granular sludge yang mengandung mikroorganisme
pendegradasi COD. Selain itu, zeolit dapat digunakan karena kemampuannya
dalam memobilisasi mikroorganisme melalui pori-porinya. Penelitian ini bertujuan
untuk mengevaluasi efektifitas EGSB dalam menurunkan kadar COD pada limbah
cair industri tepung jagung.
Penelitian ini dilakukan secara batch dengan variasi jenis media granular
sludge dan inokulasi zeolit, serta waktu retensi hidrolik (HRT) selama 1 jam, 7 jam,
dan 13 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa granular sludge pada HRT 13
jam mampu menurunkan COD dengan persentase tertinggi sebesar 81,08%.
Sementara itu, inokulasi zeolit pada HRT 13 jam menunjukkan penurunan
persentase penyisihan COD tertinggi sebesar 11,55%. Uji statistik Two Way Anova
menunjukkan bahwa jenis media dan HRT memiliki pengaruh yang sangat
signifikan terhadap efisiensi penyisihan COD dengan nilai p-value < 0,05 berturut
turut sebesar 7,241×10⁻⁷ dan 8,82907×10⁻⁵. Hasil Uji Tukey HSD menunjukkan
bahwa nilai rata-rata media granular sludge pada HRT 13 jam adalah 81% dan
diklasifikasikan dalam kelompok "a". Sementara itu, media zeolit dengan HRT 13
jam memiliki nilai rata-rata 14% dan tergolong dalam kelompok "d". Hal ini
menunjukkan bahwa kelompok "a" dan "d" pada kedua kombinasi tersebut
memiliki perbedaan secara statistik, dengan performa granular sludge jauh lebih
unggul dibandingkan zeolit pada durasi HRT yang sama.
Description
Dosen Pebimbing Utama :Ibu Ir. Ririn Endah Badriani, S.T., M.T.,
Dosen Pebimbing Anggota : Dr. Ir. Yeny Dhokhikah, S.T., M.T.,
