Efektifitas Granular Sludge dan Inokulasi Zeolit Pada Expanded Granular Sludge Bed Untuk Menurunkan Cod: Studi Kasus Limbah Cair Tepung Jagung PT X

dc.contributor.authorAchmad Fauqi Aksan
dc.date.accessioned2026-02-06T08:03:25Z
dc.date.issued2025-07-07
dc.descriptionDosen Pebimbing Utama :Ibu Ir. Ririn Endah Badriani, S.T., M.T., Dosen Pebimbing Anggota : Dr. Ir. Yeny Dhokhikah, S.T., M.T.,
dc.description.abstractPerkembangan industri yang pesat membawa dampak positif maupun negatif, salah satunya adalah limbah hasil produksi. Limbah industri terdiri dari limbah padat, cair, dan gas. Salah satu contoh limbah cair yaitu berasal dari proses pencucian dan perendaman pati jagung pada industri pengolahan tepung jagung. Limbah cair ini memiliki karakteristik berwarna putih susu atau kekuningan dan mengandung Chemical Oxygen Demand (COD) yang tinggi, berkisar antara 10.000–30.000 mg/L. Salah satu metode pengolahan yang efektif adalah Expanded Granular Sludge Bed (EGSB). EGSB efektif untuk mengolah limbah berkadar COD tinggi dan berpotensi menghasilkan biogas. Media yang digunakan dalam EGSB umumnya adalah granular sludge yang mengandung mikroorganisme pendegradasi COD. Selain itu, zeolit dapat digunakan karena kemampuannya dalam memobilisasi mikroorganisme melalui pori-porinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektifitas EGSB dalam menurunkan kadar COD pada limbah cair industri tepung jagung. Penelitian ini dilakukan secara batch dengan variasi jenis media granular sludge dan inokulasi zeolit, serta waktu retensi hidrolik (HRT) selama 1 jam, 7 jam, dan 13 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa granular sludge pada HRT 13 jam mampu menurunkan COD dengan persentase tertinggi sebesar 81,08%. Sementara itu, inokulasi zeolit pada HRT 13 jam menunjukkan penurunan persentase penyisihan COD tertinggi sebesar 11,55%. Uji statistik Two Way Anova menunjukkan bahwa jenis media dan HRT memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap efisiensi penyisihan COD dengan nilai p-value < 0,05 berturut turut sebesar 7,241×10⁻⁷ dan 8,82907×10⁻⁵. Hasil Uji Tukey HSD menunjukkan bahwa nilai rata-rata media granular sludge pada HRT 13 jam adalah 81% dan diklasifikasikan dalam kelompok "a". Sementara itu, media zeolit dengan HRT 13 jam memiliki nilai rata-rata 14% dan tergolong dalam kelompok "d". Hal ini menunjukkan bahwa kelompok "a" dan "d" pada kedua kombinasi tersebut memiliki perbedaan secara statistik, dengan performa granular sludge jauh lebih unggul dibandingkan zeolit pada durasi HRT yang sama.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/2106
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Teknik
dc.subjectGranular Sludge
dc.subjectInokulasi Zeolit
dc.subjectExpanded Granular Sludge Bed
dc.subjectMenurunkan Cod
dc.subjectLimbah Cair
dc.subjectTepung Jagung
dc.titleEfektifitas Granular Sludge dan Inokulasi Zeolit Pada Expanded Granular Sludge Bed Untuk Menurunkan Cod: Studi Kasus Limbah Cair Tepung Jagung PT X
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
ACHMAD FAUQI AKSAN - 211910601070.pdf
Size:
1.85 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: