Gambaran Citra Tubuh pada Remaja Pengguna Media Sosial yang Memiliki Kepribadian Narsistik di SMA Negeri 5 Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Masa remaja merupakan periode transisi dari masa kanak-kanak menuju
dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, emosional dan sosial.
Salah satu tantangan utama pada fase ini adalah pencarian identias diri,
sebagaimana dijelaskan oleh Erikson dalam tahap perkembangan identitas versus
kebingungan identitas. Dalam proses pencarian identitas diri, muncul berbagai
implikasi psikologis, salah satunya adalah pembentukan citra tubuh dan
kepribadian narsistik terutama akibat paparan media sosial yang intens dan
berkembangnya kepribadian narsistik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran citra tubuh pada
remaja pengguna media sosial yang memiliki kepribadian narsistik di SMA
Negeri 5 Jember. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif
dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa
kelas X dan XI yang aktif menggunakan media sosial. Teknik pengambilan
sampel menggunakan total sampling, dengan jumlah responden sebanyak 258
responden yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan dalam
penelitian ini adalah kuesioner Multidimensional Body-Self Relations
Questionnaire-Appearance Scale (MBSR-AS) untuk mengukur tingkat citra tubuh
dan kuesioner Narcissistic Personality Inventory-16 (NPI-16) sebagai alat
skrining untuk mengidentifikasi tingkat kepribadian narsistik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas remaja berada pada
tingkat citra tubuh sedang, yaitu sebanyak 174 responden (67,4%), diikuti
kategori citra tubuh tinggi sebanyak 64 responden (24,8%) dan kategori citra
tubuh rendah sebanyak 20 responden (7,8%). Sejalan dengan penelitiansebelumnya yang menunjukkan bahwa remaja umunya memiliki citra tubuh
sedang, yang berarti tidak terlalu negatif namun juga belum sepenuhnya positif.
Beberapa faktor yang memengaruhi citra tubuh pada remaja antara lain:
usia (mayoritas 16-17 tahun), jenis kelamin (mayoritas perempuan), durasi
penggunaan media sosial (3-6 jam per hari), pengalman body shaming, indeks
massa tubuh, dan circle pertemanan. Media sosial khususnya Instagram dan
TikTok, menjadi platform yang paling bnayak diakses remaja untuk melihat dan
membandingkan penampilan, sehingga berpengaruh terhadap persepsi tubuh
mereka. Citra tubuh dalam kategori sedang menunjukkan bahwa remaja memiliki
kesadaran terhadap penampilan fisiknya, namun masih disertai dengan rasa
ketidakpuasan dan keinginan untuk memperbaiki penampilan. Ketidakpuasan ini
tidak selalu berkaitan dengan kondisi fisik yang sebenarnya, melainkan lebih
banyak dipengaruhi oleh standar kecantikan sosial, tekanan dari media sosial, dan
dinamika perteman.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah remaja pengguna media sosial yang
memiliki kepribadian narsistik umumnya memiliki citra tubuh sedang, yang
menandakan bahwa mereka cukup menerima penampilan dirinya namun tetap
terpengaruh oleh tekanan sosial dan media. Penelitian ini menyarankan perlunya
peran aktif dari guru, orang tua, serta program edukasi di sekolah untuk
membantu remaja membangun citra tubuh yang sehat, meningkatkan literasi
digital, serta menumbuhkan penerimaan diri yang positif.
Description
Reapload File Repository 6 Februari 2026 Maya/Mita
