Gambaran Citra Tubuh pada Remaja Pengguna Media Sosial yang Memiliki Kepribadian Narsistik di SMA Negeri 5 Jember
| dc.contributor.author | Shifa Putrie Aisyiah | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-06T03:07:28Z | |
| dc.date.issued | 2025-07-25 | |
| dc.description | Reapload File Repository 6 Februari 2026 Maya/Mita | |
| dc.description.abstract | Masa remaja merupakan periode transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, emosional dan sosial. Salah satu tantangan utama pada fase ini adalah pencarian identias diri, sebagaimana dijelaskan oleh Erikson dalam tahap perkembangan identitas versus kebingungan identitas. Dalam proses pencarian identitas diri, muncul berbagai implikasi psikologis, salah satunya adalah pembentukan citra tubuh dan kepribadian narsistik terutama akibat paparan media sosial yang intens dan berkembangnya kepribadian narsistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran citra tubuh pada remaja pengguna media sosial yang memiliki kepribadian narsistik di SMA Negeri 5 Jember. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI yang aktif menggunakan media sosial. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, dengan jumlah responden sebanyak 258 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire-Appearance Scale (MBSR-AS) untuk mengukur tingkat citra tubuh dan kuesioner Narcissistic Personality Inventory-16 (NPI-16) sebagai alat skrining untuk mengidentifikasi tingkat kepribadian narsistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas remaja berada pada tingkat citra tubuh sedang, yaitu sebanyak 174 responden (67,4%), diikuti kategori citra tubuh tinggi sebanyak 64 responden (24,8%) dan kategori citra tubuh rendah sebanyak 20 responden (7,8%). Sejalan dengan penelitiansebelumnya yang menunjukkan bahwa remaja umunya memiliki citra tubuh sedang, yang berarti tidak terlalu negatif namun juga belum sepenuhnya positif. Beberapa faktor yang memengaruhi citra tubuh pada remaja antara lain: usia (mayoritas 16-17 tahun), jenis kelamin (mayoritas perempuan), durasi penggunaan media sosial (3-6 jam per hari), pengalman body shaming, indeks massa tubuh, dan circle pertemanan. Media sosial khususnya Instagram dan TikTok, menjadi platform yang paling bnayak diakses remaja untuk melihat dan membandingkan penampilan, sehingga berpengaruh terhadap persepsi tubuh mereka. Citra tubuh dalam kategori sedang menunjukkan bahwa remaja memiliki kesadaran terhadap penampilan fisiknya, namun masih disertai dengan rasa ketidakpuasan dan keinginan untuk memperbaiki penampilan. Ketidakpuasan ini tidak selalu berkaitan dengan kondisi fisik yang sebenarnya, melainkan lebih banyak dipengaruhi oleh standar kecantikan sosial, tekanan dari media sosial, dan dinamika perteman. Kesimpulan dari penelitian ini adalah remaja pengguna media sosial yang memiliki kepribadian narsistik umumnya memiliki citra tubuh sedang, yang menandakan bahwa mereka cukup menerima penampilan dirinya namun tetap terpengaruh oleh tekanan sosial dan media. Penelitian ini menyarankan perlunya peran aktif dari guru, orang tua, serta program edukasi di sekolah untuk membantu remaja membangun citra tubuh yang sehat, meningkatkan literasi digital, serta menumbuhkan penerimaan diri yang positif. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Ns. Yeni Fitria, S.Kep., M. Kep Dosen Pembimbing Anggota :Ns. Enggal Hadi Kurniyawan, S.Kep., M.Kep | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1987 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keperawatan | |
| dc.subject | Remaja | |
| dc.subject | Media Sosial | |
| dc.title | Gambaran Citra Tubuh pada Remaja Pengguna Media Sosial yang Memiliki Kepribadian Narsistik di SMA Negeri 5 Jember | |
| dc.type | Other |
