Faktor risiko pre-eklampsia di RSD dr. Soebandi Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Pre-eklampsia adalah salah satu kumpulan sindrom yang bersifat
mempersulit kehamilan yang biasanya mencakup hipertensi serta proteinuria yang
terjadi saat ±20 minggu kehamilan. Kabupaten Jember sering menempati urutan
pertama kasus AKI tertinggi se-Jawa Timur dengan penyebab yang didominasi oleh
hipertensi kehamilan. Penyebab absolut pre-eklampsia sampai saat ini masih belum
diketahui, etiologinya juga masih bersifat teoritis dan kurang pasti sehingga
pemahaman terkait faktor risiko sangat penting. Setelah studi pendahuluan, RSD
dr. Soebandi menjadi rumah sakit rujukan bagi Jember dan sekitarnya mengalami
kenaikan kasus pre-eklampsia. Oleh karenanya, tujuan umum dari penelitian ini
adalah untuk menganalisis faktor risiko kejadian pre-eklampsia di RSD dr.
Soebandi Kabupaten Jember tahun 2023.
Penelitian ini berjenis kuantitatif analitik observasional dengan desain case
control. Penelitian dilakukan di RSD dr. Soebandi mulai November 2023-Januari
2024. Total jumlah sampel adalah 136 rekam medis dengan perbandingan sampel
kasus dan kontrol 1:1. Variabel penelitian terdiri dari riwayat pre-eklampsia,
paritas, status kehamilan, jarak antar kehamilan, usia, dan status obesitas. Teknik
pengumpulan data yaitu dengan cara mencatat rekam medis pasien menggunakan
instrumen berupa lembar checklist.
Hasil penelitian faktor risiko tinggi (riwayat pre-eklampsia) menunjukkan
kelompok kasus beriwayat pre-eklampsia ada 10 (14,7%) ibu, sedangkan tidak preeklampsia
58 (85,3%) ibu. Pada kelompok kontrol, seluruh ibu memiliki status
tidak pre-eklampsia dengan jumlah 68 (100%) ibu. Persebaran data paritas pada
kelompok kasus yaitu nullipara berjumlah 22 (32,4%) ibu, primipara 25 (36,8%)
ibu, dan multipara 21 (30,9%) ibu. Pada kelompok kontrol, nullipara 27 (39,7%)
ibu, primipara 20 (29,4%) ibu, dan multipara 21 (30,9%) ibu. Pada variabel jarak
antar kehamilan, jumlah ibu kelompok kasus dengan jarak berisiko (˂2 dan >10
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
tahun) adalah 31 (45,6%) ibu, sedangkan jarak tidak berisiko (2-10 tahun) adalah
37 (54,4%) ibu. Kelompok kontrol dengan jarak berisiko berjumlah 45 (66,2%) ibu,
sedangkan tidak berisiko 23 (33,8%) ibu. Pada variabel status kehamilan, distribusi
data pada kelompok kasus dengan status gemelli berjumlah 3 (4,4%) ibu, sedangkan
tunggal 65 (95,6%) ibu. Pada kelompok kontrol, gemelli berjumlah 1 (1,5%) ibu,
sedangkan tunggal 67 (98,5%) ibu. Berdasarkan usia, kelompok kasus usia berisiko
(˂20 dan >35 tahun) berjumlah 27 (39,7%) ibu, dan usia tidak berisiko (20-35
tahun) berjumlah 41 (60,3%) ibu. Pada kelompok kontrol, usia berisiko berjumlah
13 (19,1%) ibu, sedangkan usia tidak berisiko 55 (80,9%) ibu. Status obesitas
menunjukkan bahwa pada kelompok kasus, ibu obesitas sebanyak 48 (70,6%),
sedangkan tidak obesitas sebanyak 20 (29,4%). Sedangkan pada kelompok kontrol,
jumlah ibu berstatus obesitas dan tidak obesitas adalah sama yaitu 34 (50%).
Riwayat PE, jarak antar kehamilan, usia, dan status obesitas mempunyai nilai (p ˂
0,05), sedangkan paritas dan status kehamilan (p > 0,05). Uji regresi logistik
variabel usia dan status obesitas bernilai (p ˂ 0,05).
Berdasarkan faktor risiko tinggi, kelompok kasus dan kelompok kontrol
didominasi ibu yang tidak beriwayat pre-eklampsia. Pada faktor risiko sedang,
paritas ibu banyak berada di primipara sedangkan kelompok kontrol banyak di
nullipara. Jarak kehamilan ibu di kelompok kasus lebih banyak di jarak yang tidak
berisiko sedangkan pada kelompok kontrol sebagian besar di jarak yang berisiko.
Status kehamilan kelompok kasus dan kelompok kontrol dominan berstatus
tunggal. Kelompok kasus variabel usia lebih banyak pada usia yang tidak berisiko
sedangkan kelompok kontrol mayoritas di usia tidak berisiko. Pada status obesitas,
ibu pada kelompok kasus sebagian besar berstatus obesitas sedangkan ibu di
kelompok kontrol baik yang berstatus obesitas dan tidak obesitas berjumlah sama.
Pada faktor risiko tinggi, riwayat pre-eklampsia mempunyai hubungan signifikan
dengan pre-eklampsia. Pada kategori faktor risiko sedang, variabel paritas dan
status kehamilan tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan kejadian preeklampsia,
sedangkan jarak antar kehamilan, usia, dan status obesitas berhubungan
signifikan dengan pre-eklampsia. Variabel usia dan status obesitas adalah faktor
yang paling dominan memunculkan kejadian pre-eklampsia di RSD dr. Soebandi.
Description
Reupload File Repositori 6 Februari 2026_Teddy/Hendra
