Faktor risiko pre-eklampsia di RSD dr. Soebandi Jember
| dc.contributor.author | Titania Nanda Saputri | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-06T02:41:20Z | |
| dc.date.issued | 2025-03-18 | |
| dc.description | Reupload File Repositori 6 Februari 2026_Teddy/Hendra | |
| dc.description.abstract | Pre-eklampsia adalah salah satu kumpulan sindrom yang bersifat mempersulit kehamilan yang biasanya mencakup hipertensi serta proteinuria yang terjadi saat ±20 minggu kehamilan. Kabupaten Jember sering menempati urutan pertama kasus AKI tertinggi se-Jawa Timur dengan penyebab yang didominasi oleh hipertensi kehamilan. Penyebab absolut pre-eklampsia sampai saat ini masih belum diketahui, etiologinya juga masih bersifat teoritis dan kurang pasti sehingga pemahaman terkait faktor risiko sangat penting. Setelah studi pendahuluan, RSD dr. Soebandi menjadi rumah sakit rujukan bagi Jember dan sekitarnya mengalami kenaikan kasus pre-eklampsia. Oleh karenanya, tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor risiko kejadian pre-eklampsia di RSD dr. Soebandi Kabupaten Jember tahun 2023. Penelitian ini berjenis kuantitatif analitik observasional dengan desain case control. Penelitian dilakukan di RSD dr. Soebandi mulai November 2023-Januari 2024. Total jumlah sampel adalah 136 rekam medis dengan perbandingan sampel kasus dan kontrol 1:1. Variabel penelitian terdiri dari riwayat pre-eklampsia, paritas, status kehamilan, jarak antar kehamilan, usia, dan status obesitas. Teknik pengumpulan data yaitu dengan cara mencatat rekam medis pasien menggunakan instrumen berupa lembar checklist. Hasil penelitian faktor risiko tinggi (riwayat pre-eklampsia) menunjukkan kelompok kasus beriwayat pre-eklampsia ada 10 (14,7%) ibu, sedangkan tidak preeklampsia 58 (85,3%) ibu. Pada kelompok kontrol, seluruh ibu memiliki status tidak pre-eklampsia dengan jumlah 68 (100%) ibu. Persebaran data paritas pada kelompok kasus yaitu nullipara berjumlah 22 (32,4%) ibu, primipara 25 (36,8%) ibu, dan multipara 21 (30,9%) ibu. Pada kelompok kontrol, nullipara 27 (39,7%) ibu, primipara 20 (29,4%) ibu, dan multipara 21 (30,9%) ibu. Pada variabel jarak antar kehamilan, jumlah ibu kelompok kasus dengan jarak berisiko (˂2 dan >10 DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER tahun) adalah 31 (45,6%) ibu, sedangkan jarak tidak berisiko (2-10 tahun) adalah 37 (54,4%) ibu. Kelompok kontrol dengan jarak berisiko berjumlah 45 (66,2%) ibu, sedangkan tidak berisiko 23 (33,8%) ibu. Pada variabel status kehamilan, distribusi data pada kelompok kasus dengan status gemelli berjumlah 3 (4,4%) ibu, sedangkan tunggal 65 (95,6%) ibu. Pada kelompok kontrol, gemelli berjumlah 1 (1,5%) ibu, sedangkan tunggal 67 (98,5%) ibu. Berdasarkan usia, kelompok kasus usia berisiko (˂20 dan >35 tahun) berjumlah 27 (39,7%) ibu, dan usia tidak berisiko (20-35 tahun) berjumlah 41 (60,3%) ibu. Pada kelompok kontrol, usia berisiko berjumlah 13 (19,1%) ibu, sedangkan usia tidak berisiko 55 (80,9%) ibu. Status obesitas menunjukkan bahwa pada kelompok kasus, ibu obesitas sebanyak 48 (70,6%), sedangkan tidak obesitas sebanyak 20 (29,4%). Sedangkan pada kelompok kontrol, jumlah ibu berstatus obesitas dan tidak obesitas adalah sama yaitu 34 (50%). Riwayat PE, jarak antar kehamilan, usia, dan status obesitas mempunyai nilai (p ˂ 0,05), sedangkan paritas dan status kehamilan (p > 0,05). Uji regresi logistik variabel usia dan status obesitas bernilai (p ˂ 0,05). Berdasarkan faktor risiko tinggi, kelompok kasus dan kelompok kontrol didominasi ibu yang tidak beriwayat pre-eklampsia. Pada faktor risiko sedang, paritas ibu banyak berada di primipara sedangkan kelompok kontrol banyak di nullipara. Jarak kehamilan ibu di kelompok kasus lebih banyak di jarak yang tidak berisiko sedangkan pada kelompok kontrol sebagian besar di jarak yang berisiko. Status kehamilan kelompok kasus dan kelompok kontrol dominan berstatus tunggal. Kelompok kasus variabel usia lebih banyak pada usia yang tidak berisiko sedangkan kelompok kontrol mayoritas di usia tidak berisiko. Pada status obesitas, ibu pada kelompok kasus sebagian besar berstatus obesitas sedangkan ibu di kelompok kontrol baik yang berstatus obesitas dan tidak obesitas berjumlah sama. Pada faktor risiko tinggi, riwayat pre-eklampsia mempunyai hubungan signifikan dengan pre-eklampsia. Pada kategori faktor risiko sedang, variabel paritas dan status kehamilan tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan kejadian preeklampsia, sedangkan jarak antar kehamilan, usia, dan status obesitas berhubungan signifikan dengan pre-eklampsia. Variabel usia dan status obesitas adalah faktor yang paling dominan memunculkan kejadian pre-eklampsia di RSD dr. Soebandi. | |
| dc.description.sponsorship | DPU : Dr. Irma Prasetowati, S.KM., M.Kes. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1952 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Kesehatan Masyarakat | |
| dc.subject | Faktor risiko | |
| dc.subject | pre-eklampsia | |
| dc.title | Faktor risiko pre-eklampsia di RSD dr. Soebandi Jember | |
| dc.type | Other |
