Analisis Faktor Sosiodemografi Terhadap Penggunaan Telemedis Pada Pasien Dengan Penyakit Jantung : Survei Kesehatan Indonesia 2023
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Penyakit jantung menjadi salah satu penyakit utama yang secara signifikan
mengancam kesehatan dan keberlangsungan hidup manusia. Hal ini ditunjukan
dengan beban penyakit jantung yang terus meningkat di seluruh dunia, sehingga
menjadikan kondisi tersebut sebagai salah satu penyebab utama morbiditas dan
mortalitas. Berdasarkan terdapat 523 juta kasus penyakit kardiovaskular dengan
jumlah kematian mencapai 18,6 juta diseluruh dunia pada tahun 2019. Oleh karena
itu, diperlukan metode inovatif untuk meringankan beban dan mengurangi akibat
penyakit jantung yang merugikan (C. Wang dkk., 2024). Telemedis dipilih sebagai
inovasi yang menjanjikan dalam optimalisasi perawatan pasien dengan penyakit
jantung (van Eijk dkk., 2024). Telemedis memberikan kemudahan bagi pasien
untuk mendapatkan layanan tenaga kesehatan walaupun tidak di lokasi geografis
yang sama. Dengan demikian, telemedis membantu mengurangi biaya perjalanan,
menghemat waktu serta menyediakan akses layanan kesehatan, yang tidak selalu
tersedia di daerah tertinggal (Alam dkk., 2020; Mohammadzadeh dkk., 2022).
Meskipun Teknologi kesehatan menjanjikan masa depan cerah, akan tetapi tetap
terdapat hambatan seperti infrastruktur, sistem komputer, dan konektivitas yang
kurang, serta adanya disparitas penggunaan telemedis akibat perbedaan usia, jenis
kelamin, tempat tinggal, pendidikan, ekonomi, etnis, dan asuransi.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain cross
sectional. data penelitian yang digunakan yaitu data sekunder hasil Survei
Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh
pasien yang memiliki penyakit jantung dengan jumlah 1.525.935 sesuai data yang
diperoleh dari Riskesdas 2018 dengan jumlah sampel yang ada pada data SKI 2023
yaitu sebanyak 6878 responden. Instrumen penelitian ini mengikuti instrumen SKI 2023 yaitu menggunakan instrumen individu yang terdiri dari 3 blok pertanyaan
rincian blok IX pengenalan tempat, blok X keterangan wawancara individu dan
blok XI keterangan individu serta identifikasi responden. (Survei Kesehatan
Indonesia, 2023)
Hasil dari karakteristik responden dalam penelitian didapatkan bahwa jumlah
responden yang pernah menggunakan telemedis terbanyak berada pada rentang usia
55-64 tahun yaitu 117 (35,9%). Mayoritas jenis kelamin yang menggunakan
telemedis yaitu laki-laki yaitu 170 (52,1%). Penggunaan telemedis terbanyak
berada pada tingkat pendidikan tamat SLTA yaitu 112 (34,4%). Presentase wilayah
perkotaan mendominasi penggunaan telemedis 281 (86,2%). Status ekonomi
terbanyak dalam menggunakan ekonomi yaitu pada tingkat teratas yaitu 190
(32,8%). Berdasarkan hasil analisis chi-square diketahui bahwa variabel
sosiodemografi yaitu usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, tempat tinggal dan
status ekonomi memiliki nilai p-value < 0,05 sehingga memiliki hubungan dengan
penggunaan telemedis. Selanjutnya setelah dilakukan analisis regresi logistik
didapati hasil terdapat pengaruh dengan nilai sig atau p value < 0,05 pada variabel
usia, tempat tinggal, tingkat pendidikan dan status ekonomi. Sedangkan pada
variabel jenis kelamin memiliki p value > 0,05.
Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan telemedis di kalangan pasien
jantung di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor sosiodemografi. Usia,
tingkat pendidikan, tempat tinggal, dan status ekonomi memainkan peran penting
dalam menentukan apakah mereka menggunakan telemedis atau tidak. Sementara
itu, jenis kelamin tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan
telemedis. Hasil ini memiliki implikasi penting bagi pengembangan strategi
kesehatan yang lebih inklusif dan efektif dalam meningkatkan akses terhadap
layanan kesehatan jantung melalui telemedis di Indonesia.
Description
Reupload File Repositori 6 Februari 2026_Rudi H/Ardi
