Pengaruh Lama Pemeliharaan di Kolam Tercemar Terhadap Akumulasi Logam Timbal (PB) dan Perubahan Morfologi pada Ikan Nila
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Pencemaran lingkungan akibat logam berat telah menjadi permasalahan
global yang mengancam keseimbangan ekosistem perairan, termasuk di Indonesia.
Salah satu logam berat yang sering mencemari perairan adalah timbal (Pb), yang
berasal dari berbagai aktivitas manusia seperti limbah industri, domestik, pertanian,
serta pembuangan limbah dari bengkel, rumah sakit, dan pasar. Timbal yang masuk
ke dalam perairan dapat terakumulasi dalam tubuh organisme akuatik, termasuk
ikan, sehingga berpotensi membahayakan kesehatan ikan dan manusia yang
mengonsumsinya. Pencemaran ini dapat menyebabkan gangguan fisiologis,
morfologis, serta menurunkan daya tahan hidup ikan akibat kerusakan organ-organ
penting seperti insang, hati, dan ginjal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan timbal (Pb)
dalam organ ikan nila (Oreochromis niloticus) yang terpapar air tercemar timbal
dalam berbagai durasi waktu. Penelitian dilakukan dengan membuat konsentrasi
larutan timbal nitrat yang digunakan sebagai media hidup ikan nila. Sebanyak 10
ekor ikan nila dengan ukuran seragam digunakan sebagai sampel penelitian.
Pengukuran kadar timbal dilakukan pada hari ke-0, 5, 10, dan 15 menggunakan
Atomic Absorption Spectroscopy (AAS) untuk mengetahui tingkat akumulasi
logam berat dalam tubuh ikan. Analisis dilakukan pada bagian insang dan hati ikan
nila karena organ ini berperan dalam proses penyerapan serta penyimpanan logam
berat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan timbal dalam insang dan
hati meningkat seiring dengan lamanya paparan. Pada hari ke-0, kandungan timbal
dalam organ ikan sangat rendah, menunjukkan bahwa sebelum terpapar lingkungan
tercemar, ikan nila hampir tidak mengandung timbal. Namun, setelah 5 hari
pemeliharaan, kadar timbal dalam insang mencapai 0,6108 µg/g, sementara pada
hati 0,1607 µg/g. Seiring bertambahnya waktu, kandungan timbal dalam hati mulai
meningkat lebih tajam dibandingkan insang. Pada hari ke-10, kadar timbal dalam
insang mencapai 0,6914 µg/g, sementara di hati 0,2557 µg/g. Pada hari ke-15,
kandungan timbal dalam hati terus meningkat hingga 1,2764 µg/g, sementara pada
insang mencapai 0,7538 µg/g. Akumulasi yang lebih tinggi pada hati menunjukkan
bahwa organ ini menjadi tempat utama penyimpanan timbal dalam tubuh ikan nila.
Selain akumulasi timbal dalam tubuh ikan, penelitian ini juga mengamati
perubahan morfologi ikan nila akibat paparan timbal. Pada awal pemaparan (hari
ke-0), ikan menunjukkan kondisi normal tanpa perubahan fisik yang mencolok.
Namun, setelah beberapa hari, ikan mulai mengalami perubahan warna tubuh yang
semakin pucat dan kusam. Dampak lebih jelas terlihat pada hari ke-5, di mana
terjadi perubahan warna tubuh dan penurunan berat badan akibat gangguan
metabolisme. Pada hari ke-10, ikan menunjukkan tanda-tanda stres fisiologis yang
lebih serius, berat dan warna ikan mengalami penurunan. Pada hari ke-15, dampak
toksik dari timbal semakin besar, menyebabkan ikan nila kehilangan warna tubuh
hampir sepenuhnya, serta mengalami penurunan berat badan yang signifikan.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa semakin lama ikan nila berada
dalam lingkungan tercemar timbal, semakin tinggi kandungan timbal yang terakumulasi dalam tubuhnya, dengan hati sebagai organ utama penyimpanan
timbal. Selain itu, paparan timbal dalam lingkungan perairan berdampak negatif
terhadap morfologi ikan nila, yang semakin parah seiring dengan meningkatnya
durasi paparan. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan timbal dalam ekosistem
perairan dapat mengganggu keseimbangan fisiologis ikan, menurunkan daya tahan
hidupnya, serta berimplikasi terhadap keberlangsungan populasi di habitat yang
terpapar. Selain itu, temuan ini juga menunjukkan bahwa konsumsi ikan dari
perairan tercemar berpotensi membahayakan kesehatan manusia akibat akumulasi
logam berat. Oleh karena itu, diperlukan upaya mitigasi pencemaran dan
pemantauan kualitas air secara berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan
ekosistem perairan serta mengurangi dampak negatif pencemaran logam berat
terhadap biota air dan manusia.
Description
Reupload Repository 5 Februari 2026_Hasim
