Pengaruh Lama Pemeliharaan di Kolam Tercemar Terhadap Akumulasi Logam Timbal (PB) dan Perubahan Morfologi pada Ikan Nila
| dc.contributor.author | Kharisma Nur Oktavia | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-05T06:48:54Z | |
| dc.date.issued | 2025-02-05 | |
| dc.description | Reupload Repository 5 Februari 2026_Hasim | |
| dc.description.abstract | Pencemaran lingkungan akibat logam berat telah menjadi permasalahan global yang mengancam keseimbangan ekosistem perairan, termasuk di Indonesia. Salah satu logam berat yang sering mencemari perairan adalah timbal (Pb), yang berasal dari berbagai aktivitas manusia seperti limbah industri, domestik, pertanian, serta pembuangan limbah dari bengkel, rumah sakit, dan pasar. Timbal yang masuk ke dalam perairan dapat terakumulasi dalam tubuh organisme akuatik, termasuk ikan, sehingga berpotensi membahayakan kesehatan ikan dan manusia yang mengonsumsinya. Pencemaran ini dapat menyebabkan gangguan fisiologis, morfologis, serta menurunkan daya tahan hidup ikan akibat kerusakan organ-organ penting seperti insang, hati, dan ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan timbal (Pb) dalam organ ikan nila (Oreochromis niloticus) yang terpapar air tercemar timbal dalam berbagai durasi waktu. Penelitian dilakukan dengan membuat konsentrasi larutan timbal nitrat yang digunakan sebagai media hidup ikan nila. Sebanyak 10 ekor ikan nila dengan ukuran seragam digunakan sebagai sampel penelitian. Pengukuran kadar timbal dilakukan pada hari ke-0, 5, 10, dan 15 menggunakan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS) untuk mengetahui tingkat akumulasi logam berat dalam tubuh ikan. Analisis dilakukan pada bagian insang dan hati ikan nila karena organ ini berperan dalam proses penyerapan serta penyimpanan logam berat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan timbal dalam insang dan hati meningkat seiring dengan lamanya paparan. Pada hari ke-0, kandungan timbal dalam organ ikan sangat rendah, menunjukkan bahwa sebelum terpapar lingkungan tercemar, ikan nila hampir tidak mengandung timbal. Namun, setelah 5 hari pemeliharaan, kadar timbal dalam insang mencapai 0,6108 µg/g, sementara pada hati 0,1607 µg/g. Seiring bertambahnya waktu, kandungan timbal dalam hati mulai meningkat lebih tajam dibandingkan insang. Pada hari ke-10, kadar timbal dalam insang mencapai 0,6914 µg/g, sementara di hati 0,2557 µg/g. Pada hari ke-15, kandungan timbal dalam hati terus meningkat hingga 1,2764 µg/g, sementara pada insang mencapai 0,7538 µg/g. Akumulasi yang lebih tinggi pada hati menunjukkan bahwa organ ini menjadi tempat utama penyimpanan timbal dalam tubuh ikan nila. Selain akumulasi timbal dalam tubuh ikan, penelitian ini juga mengamati perubahan morfologi ikan nila akibat paparan timbal. Pada awal pemaparan (hari ke-0), ikan menunjukkan kondisi normal tanpa perubahan fisik yang mencolok. Namun, setelah beberapa hari, ikan mulai mengalami perubahan warna tubuh yang semakin pucat dan kusam. Dampak lebih jelas terlihat pada hari ke-5, di mana terjadi perubahan warna tubuh dan penurunan berat badan akibat gangguan metabolisme. Pada hari ke-10, ikan menunjukkan tanda-tanda stres fisiologis yang lebih serius, berat dan warna ikan mengalami penurunan. Pada hari ke-15, dampak toksik dari timbal semakin besar, menyebabkan ikan nila kehilangan warna tubuh hampir sepenuhnya, serta mengalami penurunan berat badan yang signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa semakin lama ikan nila berada dalam lingkungan tercemar timbal, semakin tinggi kandungan timbal yang terakumulasi dalam tubuhnya, dengan hati sebagai organ utama penyimpanan timbal. Selain itu, paparan timbal dalam lingkungan perairan berdampak negatif terhadap morfologi ikan nila, yang semakin parah seiring dengan meningkatnya durasi paparan. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan timbal dalam ekosistem perairan dapat mengganggu keseimbangan fisiologis ikan, menurunkan daya tahan hidupnya, serta berimplikasi terhadap keberlangsungan populasi di habitat yang terpapar. Selain itu, temuan ini juga menunjukkan bahwa konsumsi ikan dari perairan tercemar berpotensi membahayakan kesehatan manusia akibat akumulasi logam berat. Oleh karena itu, diperlukan upaya mitigasi pencemaran dan pemantauan kualitas air secara berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan serta mengurangi dampak negatif pencemaran logam berat terhadap biota air dan manusia. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Nindha Ayu Berlianti, S.Si., S.Pd., M.Si. DPA: Wenny Maulina,S.Si., M.Si. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1790 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam | |
| dc.subject | Akumulasi Logam Timbal (PB)) | |
| dc.subject | Perubahan Morfologi | |
| dc.title | Pengaruh Lama Pemeliharaan di Kolam Tercemar Terhadap Akumulasi Logam Timbal (PB) dan Perubahan Morfologi pada Ikan Nila | |
| dc.type | Other |
