Pengaruh Variasi Konsentrasi Nutrisi Terhadap Karakteristik Larutan Nutrisi Pada Budidaya Cabai Merah Besar (Capsicum annuum L.) Secara Hidroponik Tipe Dutch Bucket
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Cabai merah besar (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu jenis produk
pertanian yang sangat dibutuhkan masyarakat karena memiliki banyak manfaat
dan nilai jual tinggi. Adanya pertambahan penduduk berakibat pada kebutuhan
akan produk ini semakin meningkat. Oleh sebab itu, perlu dilakukannya
pengembangan budidaya cabai merah besar dengan metode hidroponik Dutch
Bucket. Keberhasilan budidaya tanaman cabai merah besar menggunakan metode
hidroponik ditentukan oleh karakteristik nutrisi (AB mix) yang sesuai dengan
kebutuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi
konsentrasi nutrisi terhadap karakteristik larutan nutrisi dan mengetahui
perubahan karakteristik larutan nutrisi berdasarkan variasi konsentrasi nutrisi pada
budidaya tanaman cabai merah besar (Capsicum annuum L.) dengan metode
hidroponik tipe dutch bucket. Fokus penelitian meliputi karakteristik larutan
nutrisi (Electrical Conductivity/EC, pH, volume, suhu, Dissolved Oxygen/DO)
disetiap variasi konsentrasi nutrisinya. Metode penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan konsentrasi nutrisi
AB mix yang bervariasi yaitu: 1.5 EC, 2 EC, 2.5 EC, 3 EC, 3.5 EC, dan 4 EC.
Analisis data yang digunakan yaitu ANOVA dengan taraf 5% dan dilanjut dengan
uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai tingkat konsentrasi
memberikan pengaruh tidak berbeda nyata pada volume larutan, EC larutan, kadar
oksigen, maupun suhu larutan. Namun, perbedaan konsentrasi berpengaruh
berbeda sangat nyata terhadap nilai pH larutan. pH terbaik penelitian ini
ditemukan pada nilai EC: 1,5 mS/cm dan 2 mS/cm. Total konsumsi air tanaman
cabai mencapai 450 liter per siklus atau rata-rata 500 mL per tanaman per hari.
Konsentrasi nutrisi 1.5 dan 2 EC memberikan hasil terbaik dalam hal kestabilan
pH, serta mendukung pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman cabai merah
besar. Sementara itu, konsentrasi 2.5, 3, 3.5, dan 4 terdapat gejala overdosis
sehingga menyebabkan efek terbakar pada ujung tanaman. Implikasi dari
penelitian ini dapat menjadi acuan dalam menentukan dosis optimal larutan nutrisi
untuk budidaya cabai merah besar secara hidroponik Dutch Bucket guna
meningkatkan efisiensi produksi.
Description
Dosen Pembimbing Utama : Tri Wahyu Saputra, S.T.P., M.Sc.
