Pengaruh Variasi Konsentrasi Nutrisi Terhadap Karakteristik Larutan Nutrisi Pada Budidaya Cabai Merah Besar (Capsicum annuum L.) Secara Hidroponik Tipe Dutch Bucket
| dc.contributor.author | Ach. Farhad Septian Antonio, | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-05T02:48:47Z | |
| dc.date.issued | 2025-06-23 | |
| dc.description | Dosen Pembimbing Utama : Tri Wahyu Saputra, S.T.P., M.Sc. | |
| dc.description.abstract | Cabai merah besar (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu jenis produk pertanian yang sangat dibutuhkan masyarakat karena memiliki banyak manfaat dan nilai jual tinggi. Adanya pertambahan penduduk berakibat pada kebutuhan akan produk ini semakin meningkat. Oleh sebab itu, perlu dilakukannya pengembangan budidaya cabai merah besar dengan metode hidroponik Dutch Bucket. Keberhasilan budidaya tanaman cabai merah besar menggunakan metode hidroponik ditentukan oleh karakteristik nutrisi (AB mix) yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi nutrisi terhadap karakteristik larutan nutrisi dan mengetahui perubahan karakteristik larutan nutrisi berdasarkan variasi konsentrasi nutrisi pada budidaya tanaman cabai merah besar (Capsicum annuum L.) dengan metode hidroponik tipe dutch bucket. Fokus penelitian meliputi karakteristik larutan nutrisi (Electrical Conductivity/EC, pH, volume, suhu, Dissolved Oxygen/DO) disetiap variasi konsentrasi nutrisinya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan konsentrasi nutrisi AB mix yang bervariasi yaitu: 1.5 EC, 2 EC, 2.5 EC, 3 EC, 3.5 EC, dan 4 EC. Analisis data yang digunakan yaitu ANOVA dengan taraf 5% dan dilanjut dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai tingkat konsentrasi memberikan pengaruh tidak berbeda nyata pada volume larutan, EC larutan, kadar oksigen, maupun suhu larutan. Namun, perbedaan konsentrasi berpengaruh berbeda sangat nyata terhadap nilai pH larutan. pH terbaik penelitian ini ditemukan pada nilai EC: 1,5 mS/cm dan 2 mS/cm. Total konsumsi air tanaman cabai mencapai 450 liter per siklus atau rata-rata 500 mL per tanaman per hari. Konsentrasi nutrisi 1.5 dan 2 EC memberikan hasil terbaik dalam hal kestabilan pH, serta mendukung pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman cabai merah besar. Sementara itu, konsentrasi 2.5, 3, 3.5, dan 4 terdapat gejala overdosis sehingga menyebabkan efek terbakar pada ujung tanaman. Implikasi dari penelitian ini dapat menjadi acuan dalam menentukan dosis optimal larutan nutrisi untuk budidaya cabai merah besar secara hidroponik Dutch Bucket guna meningkatkan efisiensi produksi. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1703 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Pertanian | |
| dc.subject | Cabai merah besar | |
| dc.subject | hidroponik | |
| dc.subject | Dutch Bucket | |
| dc.subject | larutan nutrisi | |
| dc.subject | konsentrasi nutrisi | |
| dc.title | Pengaruh Variasi Konsentrasi Nutrisi Terhadap Karakteristik Larutan Nutrisi Pada Budidaya Cabai Merah Besar (Capsicum annuum L.) Secara Hidroponik Tipe Dutch Bucket | |
| dc.type | Other |
