Perencanaan Sistem Penyaliran di Tambang Batubara Provinsi Kalimantan Selatan
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Sistem penambangan yang umumnya pada penambangan batubara merupakan
sistem tambang terbuka. Sistem tambang terbuka membutuhkan sistem penyaliran
tambang yang bagus agar bisa mengeluarkan air yang tergenang di lokasi
penambangan pada saat musim hujan. Penyaliran tambang dibagi menjadi dua bagian
adalah, mine drainage dan mine dewatering. Mine drainage adalah upaya yang
dilakukan pada daerah penambangan untuk mencegah air yang masuk ke daerah
penambangan. Bentuk penerapan dari mine drainage yaitu dengan diadakannya
saluran terbuka atau paritan untuk mengalihkan air agar tidak memasuki front
penambangan. Mine dewatering merupakan usaha untuk mengeluarkan air yang telah
masuk dilokasi penambangan. Kondisi sump di tambang batubara Provinsi
Kalimantan Selatan memerlukan pembaharuan desain dan lokasi. Hal ini
dikarenakan tambang batubara Provinsi Kalimantan Selatan akan melanjtukan
aktifitas penambangan dengan memperdalam elevasi. Penelitian ini membahas
tentang perencanaan dimensi sump, paritan, kolam pengendapan, serta sistem
pemipaan dan pompa digunakan untuk mengeluarkan tampungan air yang telah
mengenangi lokasi penambangan.
Penelitian ini di awali dengan melakukan studi literatur sampai
mengumpulkan data. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder
yang terdiri dari dara curah hujan, topografi, dan data desain pit. Total debit air
limpasan yang diperoleh dari data curah hujan dari tahun 2011 sampai tahun 2022,
yang menjadi landasan untuk melakukan perencanaan dimensi sump, paritan, dan
kolam pengendapan. Metode gumbell digunakan untuk menghitung curah hujan
rencana dengan nilai yang didapat sebesar 547,46 mm/hari dengan nilai total debit
limpasan sebesar 72.547,047 m3 dan nilai dari intensitas hujan sebesar 126,59
mm/jam dengan waktu konsentrasi sebesar 1,84 jam.
Pompa dipakai untuk mengalirkan air dari sump yaitu pompa Multiflo 420 EX
RPM 1700, yang sebanyak 3 buah. Head statis yang diperoleh adalah 54 m, dan head
dinamis diperoleh adalah 38,95 m. Total head loss yang diperoleh sebesar 92,95 m.
Pipa yang dipergunakan yaitu Pipa HDPE PN 16 PP 100 dengan panjang pipa
549,354 m. Perencanaan sump disesuaikan dengan volume air yang masuk dengan
penempatannya di topografi terendah dengan luas sump 15.941,21 m2
dan kedalam sump 10 m. Jenis sump yang digunakan adalah temporary sump. Perencanaan
dimensi paritan memiliki debit sebesar 21,432 m3/detik dengan luas penampang
sebesar 0,94 m2, kedalaman 0,75 m dan panjang saluran sebesar 1098.964 m.
Perencanaan kolam pengendapan memiliki 3 kompartemen. Tiap-tiap kompartemen
memiliki kapasitas tampungan sebesar 19.440,00 m3 dengan kedalaman 10 m,
panjang permukaan sebesar 175 m dan lebar permukaan sebesar 110 m.
Description
Reupload file repositori 23 januari 2026_Kurnadi
