Perencanaan Sistem Penyaliran di Tambang Batubara Provinsi Kalimantan Selatan

dc.contributor.authorJohan Laipeny
dc.date.accessioned2026-01-23T07:42:36Z
dc.date.issued2024-07-29
dc.descriptionReupload file repositori 23 januari 2026_Kurnadi
dc.description.abstractSistem penambangan yang umumnya pada penambangan batubara merupakan sistem tambang terbuka. Sistem tambang terbuka membutuhkan sistem penyaliran tambang yang bagus agar bisa mengeluarkan air yang tergenang di lokasi penambangan pada saat musim hujan. Penyaliran tambang dibagi menjadi dua bagian adalah, mine drainage dan mine dewatering. Mine drainage adalah upaya yang dilakukan pada daerah penambangan untuk mencegah air yang masuk ke daerah penambangan. Bentuk penerapan dari mine drainage yaitu dengan diadakannya saluran terbuka atau paritan untuk mengalihkan air agar tidak memasuki front penambangan. Mine dewatering merupakan usaha untuk mengeluarkan air yang telah masuk dilokasi penambangan. Kondisi sump di tambang batubara Provinsi Kalimantan Selatan memerlukan pembaharuan desain dan lokasi. Hal ini dikarenakan tambang batubara Provinsi Kalimantan Selatan akan melanjtukan aktifitas penambangan dengan memperdalam elevasi. Penelitian ini membahas tentang perencanaan dimensi sump, paritan, kolam pengendapan, serta sistem pemipaan dan pompa digunakan untuk mengeluarkan tampungan air yang telah mengenangi lokasi penambangan. Penelitian ini di awali dengan melakukan studi literatur sampai mengumpulkan data. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yang terdiri dari dara curah hujan, topografi, dan data desain pit. Total debit air limpasan yang diperoleh dari data curah hujan dari tahun 2011 sampai tahun 2022, yang menjadi landasan untuk melakukan perencanaan dimensi sump, paritan, dan kolam pengendapan. Metode gumbell digunakan untuk menghitung curah hujan rencana dengan nilai yang didapat sebesar 547,46 mm/hari dengan nilai total debit limpasan sebesar 72.547,047 m3 dan nilai dari intensitas hujan sebesar 126,59 mm/jam dengan waktu konsentrasi sebesar 1,84 jam. Pompa dipakai untuk mengalirkan air dari sump yaitu pompa Multiflo 420 EX RPM 1700, yang sebanyak 3 buah. Head statis yang diperoleh adalah 54 m, dan head dinamis diperoleh adalah 38,95 m. Total head loss yang diperoleh sebesar 92,95 m. Pipa yang dipergunakan yaitu Pipa HDPE PN 16 PP 100 dengan panjang pipa 549,354 m. Perencanaan sump disesuaikan dengan volume air yang masuk dengan penempatannya di topografi terendah dengan luas sump 15.941,21 m2 dan kedalam sump 10 m. Jenis sump yang digunakan adalah temporary sump. Perencanaan dimensi paritan memiliki debit sebesar 21,432 m3/detik dengan luas penampang sebesar 0,94 m2, kedalaman 0,75 m dan panjang saluran sebesar 1098.964 m. Perencanaan kolam pengendapan memiliki 3 kompartemen. Tiap-tiap kompartemen memiliki kapasitas tampungan sebesar 19.440,00 m3 dengan kedalaman 10 m, panjang permukaan sebesar 175 m dan lebar permukaan sebesar 110 m.
dc.description.sponsorshipDPU: Januar Fery Irawan, S.T.,M.Eng. DPA: Siti Aminah, S.Si., M.T
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/166
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Teknik
dc.subjectSistem Tambang Terbuka
dc.subjectSistem Penyaliran
dc.subjectBatubara
dc.titlePerencanaan Sistem Penyaliran di Tambang Batubara Provinsi Kalimantan Selatan
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Johan Laipeny - 191910901031.pdf
Size:
2.08 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: