Perencanaan Sistem Pedestrian dan Parkir serta Dampaknya terhadap Kinerja Lalu Lintas Satu Arah (SSA) di Kawasan Kampus Kabupaten Jember
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Jember merupakan sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur dengan keberagaman budaya dan kehidupan masyarakatnya. Kegiatan utama meliputi pendidikan, perdagangan, dan kebudayaan. Namun memiliki permasalahan kemacetan pada jam tertentu dan kondisi infrastruktur pedestrian kurang berfungsi baik sehingga dapat menghambat akses pejalan kaki. Pemerintah Jember telah menerapkan Sistem Satu Arah (SSA) di pagi dan sore hari. SSA adalah sistem manajemen yang menciptakan suatu rangkaian di beberapa jalan yang terhubung erat dengan suatu kota guna memaksimalkan potensi pada kawasan kampus, yakni Jalan Kalimantan, Jalan Mastrip, Jalan Riau, dan Jalan Jawa. Penelitian ini menggunakan data hasil survei yang dilakukan pada 8 segmen. Pengumpulan data geometrik jalan dan volume kendaraan dilakukan dengan menggunakan survei manual serta analisis jaringan jalan dilakukan dengan menggunakan formulir Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Kinerja lalu lintas saat diberlakukan SSA lebih baik daripada saat dua arah diberlakukan. Pada Segmen 6 (Jl. Jawa Prosalina – Jl. Jawa B. Bangka) akan direncanakan pedestrian dengan lebar sebelah kiri sebesar 5,2 meter dan sebelah kanan sebesar 1,85 meter. Pada Segmen 7 dan 8 direncanakan pedestrian dengan lebar 3,5 meter untuk bagian kiri dan 1,85 meter untuk bagian kanan. Pada Jl. Kalimantan akan direncanakan pedestrian dengan 3,5 meter untuk bagian kiri dan 1,85 meter untuk bagian kanan. Dampaknya, hasil kinerja lalu lintas setelah dilakukan pelebaran pedestrian saat SSA memiliki derajat kejenuhan tertinggi berada pada angka 0,60. Sementara itu, Jl. Mastrip dan Jl. Riau memiliki karakteristik yang hampir sama. Jalan Mastrip dan Jalan Riau tidak memadai jika diberlakukan parkir on street sehingga direncanakan parkir onstreet pada Jl. Kalimanatan dan Jl. Jawa. Hasil derajat kejenuhan tertinggi saat direncanakan parkir setelah mengalami pelebaran pedestrian berada pada angka 0,87.
Description
Validasi file repositori 7 November 2026_Firli
