Efek Pemberian Larutan Bubuk Kulit Buah Kopi Arabika (Coffea arabica L.) terhadap Re-epitelisasi Soket Gigi Pasca Pencabutan Gigi pada Tikus Wistar yang diinduksi Diabetes Melitus
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran Gigi
Abstract
Diabetes melitus (DM) merupakan keadaan kadar glukosa darah (KGD)
yang tinggi atau hiperglikemia. Hal tersebut dapat menyebabkan tingginya produk
Advanced Glycation End products (AGEs) yang dapat menyebabkan adanya
komplikasi pasca pencabutan gigi pada penderita DM. Seringkali Penderita DM
diberi obat antidiabetik oral (ADO), seperti metformin. Namun, metformin
memiliki beberapa efek samping sehingga diperlukan terapi dari bahan alam yang
lebih efektif dan memiliki efek samping rendah. Kulit buah kopi arabika (Coffea
Arabica L.) memiliki kandungan antioksidan dan bersifat antidiabetic yang mampu
bertindak sebagai inhibitor -glucosidase serta mampu meningkatkan efek
imunostimulasi untuk meningkatkan aktivasi fagositosis oleh makrofag. Aktivitas
tersebut akan meningkatkan growth factor yang berkontribusi terhadap proliferasi
dan meningkatkan re-epitelisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek
pemberian larutan bubuk kulit buah kopi arabika (Coffea Arabica L.) dalam
meningkatkan laju proses re-epitelisasi soket gigi pasca pencabutan gigi.
Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental laboratoris dengan
rancangan penelitian post test only control group design. Sampel yang digunakan
berjumlah 27 ekor tikus Wistar Jantan, berusia 3-4 bulan, berat 200-250 gram, nilai
KGD acak normal (<200 mg/dL), dan memiliki keadaan umum baik. Induksi DM
dilakukan dengan menginjeksikan streptozotocin (STZ) dosis 40 mg/kg BB tikus
secara intraperitoneal. Pengukuran KGD dilakukan sebelum dan setelah injeksi
STZ, sebelum ekstraksi, dan sebelum euthanasia. Tikus yang memiliki nilai KGD
acak >200 mg/dL dikategorikan positif DM. pencabutan gigi dilakukan pada setiap
sampel pada gigi molar satu rahang bawah kiri. Selanjutnya, tikus dibagi menjadi
K- (Akuades), K+ (Metformin; 9 gr/BB tikus), dan P (Bubuk Kulit Buah Kopi Arabika (Coffea Arabica L.) ; 0,117 gr/kg BB tikus). Tiap kelompok dibagi menjadi
3 subkelompok berdasarkan hari pengamatan yaitu hari ke-3, ke-7, dan ke-10.
Perlakuan diberikan secara intragastric pasca pencabutan gigi hingga tikus
dieuthanasia sesuai dengan pengelompokkan harinya. Hewan coba yang telah
dilakukan euthanasia akan diproses jaringannya dengan arah pemotongan
mesiodistal menggunakan pewarnaan Hematoxylin-Eosin (HE). Pengamatan
dilakukan perbesaran 100x menggunakan mikroskop cahaya dengan bantuan
OptiLab pada jaringan epitel yang menutupi soket pasca pencabutan gigi untuk
diamati re-epitelisasinya. Re-epitelisasi diukur dengan mengukur ketebalan epitel
tertebal dan tertipis dari stratum basalis hingga stratum korneum menggunakan
software image raster. Pengukuran dilakukan oleh tiga pengamat dan dihitung rata
rata ketebalan epitel.
Data dianalisis menggunakan uji normalitas dengan Shapiro-Wilk test dan
uji homogenitas ragam dengan Levene test. Data yang berdistribusi normal dan
homogen dilanjutkan dengan melakukan uji parametrik One-Way ANOVA
(p≤0,05). Selanjutnya, dilakukan uji LSD (Least Significant Difference) untuk
mengetahui perbedaan bermakna antarkelompok.
Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata KGD subkelompok P H-10
memiliki nilai terendah dan masih di atas nilai KGD normal (KGD<200). Hasil
pengamatan pada preparat menunjukkan adanya peningkatan re-epitelisasi yang
ditunjukkan oleh peningkatan rata-rata ketebalan epitel pada kelompok K+, K-, dan
P. Peningkatan re-epitelisasi pada kelompok K- menunjukkan proses pembentukan
epitel secara fisiologis. Pada kelompok P H-10 didapatkan rata-rata peningkatan re
epitelisasi yang paling tinggi yang artinya bubuk kulit buah kopi arabika memiliki
efek terhadap proses re-epitelisasi
Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian bubuk kulit buah kopi arabika
memiliki efek terhadap peningkatan proses re-epitelisasi pada soket gigi pasca
pencabutan gigi pada tikus wistar yang diinduksi diabetes melitus yang ditandai
dengan peningkatan rata-rata ketebalan epitel yang lebih baik dibandingkan dengan
kelompok kontrol.
Description
Reupload Repository 4 Februari 2026_Hasim
