Efek Pemberian Larutan Bubuk Kulit Buah Kopi Arabika (Coffea arabica L.) terhadap Re-epitelisasi Soket Gigi Pasca Pencabutan Gigi pada Tikus Wistar yang diinduksi Diabetes Melitus
| dc.contributor.author | Sukma Putri Andriyanti | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-04T07:40:50Z | |
| dc.date.issued | 2025-01-20 | |
| dc.description | Reupload Repository 4 Februari 2026_Hasim | |
| dc.description.abstract | Diabetes melitus (DM) merupakan keadaan kadar glukosa darah (KGD) yang tinggi atau hiperglikemia. Hal tersebut dapat menyebabkan tingginya produk Advanced Glycation End products (AGEs) yang dapat menyebabkan adanya komplikasi pasca pencabutan gigi pada penderita DM. Seringkali Penderita DM diberi obat antidiabetik oral (ADO), seperti metformin. Namun, metformin memiliki beberapa efek samping sehingga diperlukan terapi dari bahan alam yang lebih efektif dan memiliki efek samping rendah. Kulit buah kopi arabika (Coffea Arabica L.) memiliki kandungan antioksidan dan bersifat antidiabetic yang mampu bertindak sebagai inhibitor -glucosidase serta mampu meningkatkan efek imunostimulasi untuk meningkatkan aktivasi fagositosis oleh makrofag. Aktivitas tersebut akan meningkatkan growth factor yang berkontribusi terhadap proliferasi dan meningkatkan re-epitelisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian larutan bubuk kulit buah kopi arabika (Coffea Arabica L.) dalam meningkatkan laju proses re-epitelisasi soket gigi pasca pencabutan gigi. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan penelitian post test only control group design. Sampel yang digunakan berjumlah 27 ekor tikus Wistar Jantan, berusia 3-4 bulan, berat 200-250 gram, nilai KGD acak normal (<200 mg/dL), dan memiliki keadaan umum baik. Induksi DM dilakukan dengan menginjeksikan streptozotocin (STZ) dosis 40 mg/kg BB tikus secara intraperitoneal. Pengukuran KGD dilakukan sebelum dan setelah injeksi STZ, sebelum ekstraksi, dan sebelum euthanasia. Tikus yang memiliki nilai KGD acak >200 mg/dL dikategorikan positif DM. pencabutan gigi dilakukan pada setiap sampel pada gigi molar satu rahang bawah kiri. Selanjutnya, tikus dibagi menjadi K- (Akuades), K+ (Metformin; 9 gr/BB tikus), dan P (Bubuk Kulit Buah Kopi Arabika (Coffea Arabica L.) ; 0,117 gr/kg BB tikus). Tiap kelompok dibagi menjadi 3 subkelompok berdasarkan hari pengamatan yaitu hari ke-3, ke-7, dan ke-10. Perlakuan diberikan secara intragastric pasca pencabutan gigi hingga tikus dieuthanasia sesuai dengan pengelompokkan harinya. Hewan coba yang telah dilakukan euthanasia akan diproses jaringannya dengan arah pemotongan mesiodistal menggunakan pewarnaan Hematoxylin-Eosin (HE). Pengamatan dilakukan perbesaran 100x menggunakan mikroskop cahaya dengan bantuan OptiLab pada jaringan epitel yang menutupi soket pasca pencabutan gigi untuk diamati re-epitelisasinya. Re-epitelisasi diukur dengan mengukur ketebalan epitel tertebal dan tertipis dari stratum basalis hingga stratum korneum menggunakan software image raster. Pengukuran dilakukan oleh tiga pengamat dan dihitung rata rata ketebalan epitel. Data dianalisis menggunakan uji normalitas dengan Shapiro-Wilk test dan uji homogenitas ragam dengan Levene test. Data yang berdistribusi normal dan homogen dilanjutkan dengan melakukan uji parametrik One-Way ANOVA (p≤0,05). Selanjutnya, dilakukan uji LSD (Least Significant Difference) untuk mengetahui perbedaan bermakna antarkelompok. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata KGD subkelompok P H-10 memiliki nilai terendah dan masih di atas nilai KGD normal (KGD<200). Hasil pengamatan pada preparat menunjukkan adanya peningkatan re-epitelisasi yang ditunjukkan oleh peningkatan rata-rata ketebalan epitel pada kelompok K+, K-, dan P. Peningkatan re-epitelisasi pada kelompok K- menunjukkan proses pembentukan epitel secara fisiologis. Pada kelompok P H-10 didapatkan rata-rata peningkatan re epitelisasi yang paling tinggi yang artinya bubuk kulit buah kopi arabika memiliki efek terhadap proses re-epitelisasi Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian bubuk kulit buah kopi arabika memiliki efek terhadap peningkatan proses re-epitelisasi pada soket gigi pasca pencabutan gigi pada tikus wistar yang diinduksi diabetes melitus yang ditandai dengan peningkatan rata-rata ketebalan epitel yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok kontrol. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: dr. Agus Sumono, M.Kes. DPA: Dr. drg. Tecky Indriana, M.Kes. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1574 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Kedokteran Gigi | |
| dc.subject | Re-epitelisasi Soket Gigi | |
| dc.subject | Diabetes Melitus | |
| dc.title | Efek Pemberian Larutan Bubuk Kulit Buah Kopi Arabika (Coffea arabica L.) terhadap Re-epitelisasi Soket Gigi Pasca Pencabutan Gigi pada Tikus Wistar yang diinduksi Diabetes Melitus | |
| dc.type | Other |
