Gambaran Praktik Food Taboo pada Ibu Hamil di Wilayah Pesisir Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Asupan gizi yang adekuat selama masa kehamilan sangat penting untuk
mendukung kesehatan ibu dan pertumbuhan janin. Namun, di sejumlah daerah pola
konsumsi ibu hamil sering dipengaruhi oleh praktik food taboo. Food taboo adalah
larangan terhadap suatu jenis makanan yang dianggap membawa dampak buruk
bagi kehamilan berdasarkan kepercayaan budaya dan tradisi turun temurun. Praktik
ini bersifat turun-temurun dan kuat dalam masyarakat pedesaan termasuk wilayah
pesisir, termasuk di Kabupaten Jember yang di mana nilai budaya sering kali lebih
dipercaya dibandingkan informasi medis. Beberapa jenis makanan seperti udang,
nanas, dan lele dianggap berbahaya dan dihindari ibu hamil di wilayah pesisir
Kabupaten Jember, khususnya di Kecamatan Tempurejo karena diyakini dapat
menyebabkan keguguran, bayi cacat, atau kesulitan saat melahirkan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui gambaran praktik food taboo pada ibu hamil di wilayah
kerja Puskesmas Curahnongko, Kabupaten Jember.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan
ethnografi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni tahun 2025 di wilayah kerja
Puskesmas Curahnongko yang terletak di wilayah pesisir Kabupaten Jember.
Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam yang melibatkan satu
informan kunci yaitu bidan, tujuh informan utama yaitu ibu hamil, dan dua
informan tambahan yaitu keluarga ibu hamil yang dipilih dengan teknik snowball.
Fokus penelitian ini meliputi praktik food taboo pada ibu hamil, persepsi ibu hamil
terhadap praktik food taboo, serta perilaku ibu hamil dalam menjalankan praktik
food taboo. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles dan
Huberman dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa praktik food taboo masih dipercaya dan
dilakukan oleh ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Curahnongko. Terdapatbeberapa jenis makanan dan minuman yang termasuk ke dalam food taboo, baik
yang bersifat positif atau negatif. Makanan dalam kategori food taboo positif
meliputi nanas, durian, makanan pedas, ontong, dan es atau minuman dingin.
Makanan termasuk ke dalam kategori food taboo positif karena sejalan dengan
anjuran medis yang dapat memberikan manfaat seperti mencegah konsumsi
makanan tertentu dalam jumlah yang berlebihan atau paparan zat berbahaya dari
makanan. Sedangkan food taboo negatif mencakup terong bakar, seafood (udang
dan cumi), dan susu. Makanan termasuk ke dalam kategori food taboo negatif
apabila menyebabkan ibu hamil kekurangan asupan sehingga rentan mengalami
masalah. Informasi mengenai praktik food taboo selama kehamilan berasal dari
keluarga, khususnya ibu kandung atau mertua, serta masyarakat sekitar.
Pengaruh keluarga dan lingkungan sekitar ibu hamil, terutama ibu kandung
dan mertua merupakan faktor dominan dalam terbentuknya persepsi dan perilaku
ibu hamil terhadap praktik food taboo. Selain itu, ketakutan terhadap risiko
kehamilan serta pengalaman pribadi atau orang lain turut memperkuat keyakinan
terhadap food taboo. Seluruh ibu hamil meyakini adanya food taboo. Meskipun
sebagian ibu hamil menunjukkan perilaku yang tidak konsisten dalam praktik food
taboo karena adanya beberapa hambatan. Hambatan yang mempengaruhi ibu hamil
dalam mengikuti praktik food taboo adalah keinginan pribadi ibu hamil untuk
mengonsumsi makanan yang dipantang atau kebingungan antara tradisi turun temurun dan informasi medis. Umumnya ibu hamil memiliki persepsi positif
terhadap praktik food taboo karena dianggap bermanfaat untuk menjaga kesehatan
ibu dan janin. Namun, beberapa juga menyadari adanya dampak negatif seperti
potensi kekurangan gizi. Oleh karena itu, ibu hamil dan keluarga diharapkan
terbuka dan menerima edukasi gizi dari tenaga kesehatan, tidak hanya
mengandalkan kepercayaan masyarakat. Selain itu, untuk tenaga kesehatan
diharapkan aktif memberikan edukasi gizi kepada ibu hamil dan keluarga saat
pemeriksaan rutin di posyandu atau puskesmas.
Description
Reupload repository 4 Februari 2026_Arif/Halima
