Gambaran Praktik Food Taboo pada Ibu Hamil di Wilayah Pesisir Kabupaten Jember

dc.contributor.authorSofiyatoen Hasanah
dc.date.accessioned2026-02-04T04:12:52Z
dc.date.issued2025-07-16
dc.descriptionReupload repository 4 Februari 2026_Arif/Halima
dc.description.abstractAsupan gizi yang adekuat selama masa kehamilan sangat penting untuk mendukung kesehatan ibu dan pertumbuhan janin. Namun, di sejumlah daerah pola konsumsi ibu hamil sering dipengaruhi oleh praktik food taboo. Food taboo adalah larangan terhadap suatu jenis makanan yang dianggap membawa dampak buruk bagi kehamilan berdasarkan kepercayaan budaya dan tradisi turun temurun. Praktik ini bersifat turun-temurun dan kuat dalam masyarakat pedesaan termasuk wilayah pesisir, termasuk di Kabupaten Jember yang di mana nilai budaya sering kali lebih dipercaya dibandingkan informasi medis. Beberapa jenis makanan seperti udang, nanas, dan lele dianggap berbahaya dan dihindari ibu hamil di wilayah pesisir Kabupaten Jember, khususnya di Kecamatan Tempurejo karena diyakini dapat menyebabkan keguguran, bayi cacat, atau kesulitan saat melahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran praktik food taboo pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Curahnongko, Kabupaten Jember. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan ethnografi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni tahun 2025 di wilayah kerja Puskesmas Curahnongko yang terletak di wilayah pesisir Kabupaten Jember. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam yang melibatkan satu informan kunci yaitu bidan, tujuh informan utama yaitu ibu hamil, dan dua informan tambahan yaitu keluarga ibu hamil yang dipilih dengan teknik snowball. Fokus penelitian ini meliputi praktik food taboo pada ibu hamil, persepsi ibu hamil terhadap praktik food taboo, serta perilaku ibu hamil dalam menjalankan praktik food taboo. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa praktik food taboo masih dipercaya dan dilakukan oleh ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Curahnongko. Terdapatbeberapa jenis makanan dan minuman yang termasuk ke dalam food taboo, baik yang bersifat positif atau negatif. Makanan dalam kategori food taboo positif meliputi nanas, durian, makanan pedas, ontong, dan es atau minuman dingin. Makanan termasuk ke dalam kategori food taboo positif karena sejalan dengan anjuran medis yang dapat memberikan manfaat seperti mencegah konsumsi makanan tertentu dalam jumlah yang berlebihan atau paparan zat berbahaya dari makanan. Sedangkan food taboo negatif mencakup terong bakar, seafood (udang dan cumi), dan susu. Makanan termasuk ke dalam kategori food taboo negatif apabila menyebabkan ibu hamil kekurangan asupan sehingga rentan mengalami masalah. Informasi mengenai praktik food taboo selama kehamilan berasal dari keluarga, khususnya ibu kandung atau mertua, serta masyarakat sekitar. Pengaruh keluarga dan lingkungan sekitar ibu hamil, terutama ibu kandung dan mertua merupakan faktor dominan dalam terbentuknya persepsi dan perilaku ibu hamil terhadap praktik food taboo. Selain itu, ketakutan terhadap risiko kehamilan serta pengalaman pribadi atau orang lain turut memperkuat keyakinan terhadap food taboo. Seluruh ibu hamil meyakini adanya food taboo. Meskipun sebagian ibu hamil menunjukkan perilaku yang tidak konsisten dalam praktik food taboo karena adanya beberapa hambatan. Hambatan yang mempengaruhi ibu hamil dalam mengikuti praktik food taboo adalah keinginan pribadi ibu hamil untuk mengonsumsi makanan yang dipantang atau kebingungan antara tradisi turun temurun dan informasi medis. Umumnya ibu hamil memiliki persepsi positif terhadap praktik food taboo karena dianggap bermanfaat untuk menjaga kesehatan ibu dan janin. Namun, beberapa juga menyadari adanya dampak negatif seperti potensi kekurangan gizi. Oleh karena itu, ibu hamil dan keluarga diharapkan terbuka dan menerima edukasi gizi dari tenaga kesehatan, tidak hanya mengandalkan kepercayaan masyarakat. Selain itu, untuk tenaga kesehatan diharapkan aktif memberikan edukasi gizi kepada ibu hamil dan keluarga saat pemeriksaan rutin di posyandu atau puskesmas.
dc.description.sponsorshipDPU: Dr. Farida Wahyu Ningtyias, S.KM., M.Kes DPA: Ruli Bahyu Antika, S.KM., M.Gizi.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1503
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Kesehatan Masyarakat
dc.subjectPraktik Food Taboo
dc.subjectIbu Hamil
dc.titleGambaran Praktik Food Taboo pada Ibu Hamil di Wilayah Pesisir Kabupaten Jember
dc.title.alternative(Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Curahnongko)
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
SOFIYATOEN HASANAH - 212110102021.pdf
Size:
817.7 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: