Asuhan Keperawatan Nyeri Akut (Fraktur) dengan Deep Breathing Relaxation Therapy di RSUD dr. R. Soedarsono
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
FAKULTAS KEPERAWATAN
Abstract
Nyeri akut pada pasien fraktur ditandai dengan diskontinuitas tulang, aktivasi
nosiseptor, dan pelepasan mediator inflamasi. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas
hidup, mengganggu tidur, memicu ansietas, serta menimbulkan respons fisiologis
seperti takikardi dan hipertensi. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk
mendeskripsikan asuhan keperawatan pada pasien nyeri akut (fraktur) melalui
penerapan Deep Breathing Relaxation Therapy di Ruang IGD RSUD dr. R. Soedarsono
Kota Pasuruan. Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan
pendekatan studi kasus asuhan keperawatan. Sampel diambil secara purposive dengan
satu klien laki-laki usia 47 tahun dengan diagnosa close fraktur antebrachii dextra dan
berlokasi di Ruang IGD serta Bedah RSUD dr.R. Soedarsono Kota Pasuruan. Data
dikumpulkan melalui metode wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi
dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan temuan
kasus dengan teori dan standar asuhan keperawatan berbasis SDKI, SLKI, dan SIKI.
Setelah dilakukan Deep Breathing Relaxation Therapy selama 3 hari berturut-turut
dengan waktu 5-10 menit setiap sesi (pra dan pasca operasi), menunjukkan penurunan
skala nyeri dari 8 menjadi 7 (hari pertama), 6 menjadi 4 (hari kedua), dan 7 menjadi 5
(hari ketiga), disertai perbaikan tanda vital, penurunan ekspresi meringis dan ansietas,
serta peningkatan durasi tidur. Deep Breathing Relaxation Therapy bekerja dengan
cara mengatur pola napas terkontrol untuk mengaktifkan sistem saraf parasimpatis,
meningkatkan oksigenasi jaringan, menurunkan aktivitas simpatis, serta merangsang
pelepasan endorfin sebagai analgesik alami. Deep Breathing Relaxation Therapy
efektif menurunkan nyeri akut fraktur, meningkatkan kenyamanan, dan kemampuan
manajemen nyeri mandiri. Sebagai intervensi nonfarmakologis pendamping analgetik,
terapi ini mengoptimalkan penurunan nyeri dan mempercepat pemulihan pasien
Description
Finalisasi Repository/HASYIM Agustus 2026
