Asuhan Keperawatan Nyeri Akut (Fraktur) dengan Deep Breathing Relaxation Therapy di RSUD dr. R. Soedarsono
| dc.contributor.author | Anisa Bilqis Shoim | |
| dc.date.accessioned | 2026-08-24T01:29:38Z | |
| dc.date.issued | 2026-08-21 | |
| dc.description | Finalisasi Repository/HASYIM Agustus 2026 | |
| dc.description.abstract | Nyeri akut pada pasien fraktur ditandai dengan diskontinuitas tulang, aktivasi nosiseptor, dan pelepasan mediator inflamasi. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup, mengganggu tidur, memicu ansietas, serta menimbulkan respons fisiologis seperti takikardi dan hipertensi. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan pada pasien nyeri akut (fraktur) melalui penerapan Deep Breathing Relaxation Therapy di Ruang IGD RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan. Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan. Sampel diambil secara purposive dengan satu klien laki-laki usia 47 tahun dengan diagnosa close fraktur antebrachii dextra dan berlokasi di Ruang IGD serta Bedah RSUD dr.R. Soedarsono Kota Pasuruan. Data dikumpulkan melalui metode wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan temuan kasus dengan teori dan standar asuhan keperawatan berbasis SDKI, SLKI, dan SIKI. Setelah dilakukan Deep Breathing Relaxation Therapy selama 3 hari berturut-turut dengan waktu 5-10 menit setiap sesi (pra dan pasca operasi), menunjukkan penurunan skala nyeri dari 8 menjadi 7 (hari pertama), 6 menjadi 4 (hari kedua), dan 7 menjadi 5 (hari ketiga), disertai perbaikan tanda vital, penurunan ekspresi meringis dan ansietas, serta peningkatan durasi tidur. Deep Breathing Relaxation Therapy bekerja dengan cara mengatur pola napas terkontrol untuk mengaktifkan sistem saraf parasimpatis, meningkatkan oksigenasi jaringan, menurunkan aktivitas simpatis, serta merangsang pelepasan endorfin sebagai analgesik alami. Deep Breathing Relaxation Therapy efektif menurunkan nyeri akut fraktur, meningkatkan kenyamanan, dan kemampuan manajemen nyeri mandiri. Sebagai intervensi nonfarmakologis pendamping analgetik, terapi ini mengoptimalkan penurunan nyeri dan mempercepat pemulihan pasien | |
| dc.description.sponsorship | Ns. Ida Zuhroidah, S.Kep., M.Kes | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/14298 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | FAKULTAS KEPERAWATAN | |
| dc.subject | Deep Breathing Relaxation Therapy | |
| dc.subject | fraktur | |
| dc.subject | manajemen nyeri nonfarmakologis | |
| dc.subject | Nyeri akut | |
| dc.subject | pra dan pasca operasi | |
| dc.subject | studi kasus | |
| dc.title | Asuhan Keperawatan Nyeri Akut (Fraktur) dengan Deep Breathing Relaxation Therapy di RSUD dr. R. Soedarsono | |
| dc.type | Other |
