Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Singkong (Manihot esculenta Crantz) terhadap Jumlah Fibroblast Model Tikus Periodontitis Betina
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran Gigi
Abstract
Periodontitis merupakan penyakit inflamasi kronis pada jaringan
periodontal yang bersifat progresif dan dilaporkan lebih sering terjadi pada
perempuan usia subur. Kondisi ini dipengaruhi oleh interaksi antara bakteri patogen
periodontal, respon imun inang, serta fluktuasi hormon seksual. Porphyromonas
gingivalis berperan sebagai patogen utama yang memicu disbiosis subgingiva dan
respon inflamasi berlebihan. Fluktuasi hormon estrogen dan progesteron diketahui
dapat memodulasi integritas epitel, respon imun, serta tingkat keparahan inflamasi
jaringan periodontal, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan kerusakan
jaringan. Terapi periodontitis konvensional umumnya menggunakan antibiotik,
seperti metronidazole, namun penggunaannya berisiko menimbulkan efek samping
dan resistensi bakteri, sehingga diperlukan alternatif terapi berbahan alam yang
lebih aman dan efektif.
Perubahan kadar hormon seksual memengaruhi keseimbangan mikrobiota
periodontal dan meningkatkan keradangan jaringan melalui aktivasi respons imun
inang. Kondisi ini ditandai dengan peningkatan produksi sitokin proinflamasi serta
reactive oxygen species (ROS) oleh sel-sel inflamasi. Produksi ROS yang
berlebihan pada keadaan keradangan kronis menyebabkan stres oksidatif yang tidak
hanya memperparah kerusakan jaringan, tetapi juga mengganggu regulasi growth
factor seperti TGF-β dan PDGF. Gangguan jalur pensinyalan tersebut memicu
terjadinya premature senescence serta menurunkan proliferasi dan fungsi fibroblas.
Kondisi ini semakin diperberat oleh peningkatan aktivitas matrix
metalloproteinases (MMP-8 dan MMP-9) yang berperan dalam degradasi kolagen
dan matriks ekstraseluler, sehingga proses regenerasi jaringan periodontal menjadi
tidak optimal dan kerusakan jaringan berlangsung secara progresif.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan
rancangan post-test only control group design. Sampel penelitian berupa tikus
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
iii
Sprague Dawley betina yang diinduksi Porphyromonas gingivalis untuk
membentuk model periodontitis. Hewan coba dibagi menjadi kelompok kontrol
negatif, kelompok kontrol positif yang diberikan metronidazole, dan kelompok
perlakuan yang diberikan ekstrak daun singkong. Pengamatan dilakukan secara
histologis menggunakan pewarnaan hematoksilin eosin untuk menghitung jumlah
fibroblas jaringan periodontal, kemudian data dianalisis secara statistik
menggunakan uji One-way ANOVA.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok ekstrak daun singkong dan
kelompok metronidazole memiliki rerata jumlah fibroblas yang lebih tinggi
dibandingkan kelompok kontrol negatif, namun perbedaan tersebut tidak signifikan
secara statistik. Secara histologis, jaringan periodontal pada kelompok perlakuan
ekstrak daun singkong menunjukkan distribusi fibroblas yang lebih merata serta
susunan serabut kolagen yang relatif lebih terorganisasi. Tidak ditemukannya
perbedaan yang signifikan antar kelompok diduga dipengaruhi oleh fluktuasi
hormon estrogen dan progesteron selama siklus estrus, yang memodulasi intensitas
respon inflamasi dan aktivitas fibroblas. Kandungan bioaktif daun singkong, seperti
flavonoid, tanin, saponin, dan vitamin C, diduga berperan sebagai antibakteri,
antiinflamasi, dan antioksidan, serta berkontribusi dalam menekan inflamasi dan
stres oksidatif sehingga mendukung proses perbaikan jaringan periodontal.
Ekstrak daun singkong berpotensi mendukung peningkatan jumlah
fibroblas dan perbaikan jaringan periodontal pada model tikus periodontitis betina,
meskipun belum menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik antar
kelompok perlakuan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mempertimbangkan
pengukuran kadar hormon seksual, penambahan kelompok kontrol tikus jantan,
serta perpanjangan durasi perlakuan guna memperoleh gambaran efek terapi yang
lebih komprehensif.
Description
Validasi file repositori 18 Agustus 2026_Firli
