Analisis Ketersediaan dan Kualitas Ruang Terbuka Hijau Perumahan Berdasarkan Kepuasan Penghuni (Studi Kasus: Kawasan Perkotaan Jember)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Pentingnya keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) di lingkungan
perumahan formal sebagai bagian dari upaya menciptakan hunian yang sehat,
nyaman, dan berkelanjutan. Penelitian ini didasarkan pada kondisi eksisting di
kawasan perkotaan Jember yang menunjukkan bahwa banyak perumahan formal
belum memenuhi ketentuan minimal penyediaan RTH sebagaimana diatur dalam
SNI 03-1733-2004 maupun Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007. Selain
masalah kuantitas, kualitas RTH yang tersedia pun dinilai belum optimal dalam
menjalankan fungsinya sebagai ruang sosial, ekonomi, ekologis, dan estetika.
Permasalahan ini berdampak pada rendahnya kepuasan penghuni terhadap fasilitas
hijau di lingkungan tempat tinggal mereka.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan RTH, mengukur
tingkat kepuasan penghuni terhadap kualitasnya, dan merumuskan strategi
pengembangan yang sesuai. Metode yang digunakan meliputi analisis deskriptif
untuk menggambarkan ketersediaan RTH, Customer Satisfaction Index (CSI)
untuk mengukur kepuasan penghuni terhadap empat aspek fungsi RTH (sosial,
ekonomi, lingkungan, dan sarana prasarana), serta analisis SWOT untuk
merumuskan strategi pengembangan berdasarkan kekuatan, kelemahan, peluang,
dan ancaman yang ada. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, penyebaran
kuesioner kepada 201 responden yang tersebar di tiga kecamatan (Sumbersari,
Kaliwates, dan Patrang), serta wawancara dengan instansi terkait.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas RTH di perumahan formal
kawasan perkotaan Jember tidak memenuhi standar luasan dan kualitas yang
ditentukan. Banyak RTH yang kurang vegetasi, tidak terawat, dialihfungsikan, atau
minim fasilitas penunjang. Tingkat kepuasan penghuni terhadap kualitas RTH
hanya mencapai 42%, yang mengindikasikan bahwa secara umum penghuni merasa
kurang puas terhadap kondisi tersebut. Berdasarkan hasil analisis SWOT, disusun
strategi pengembangan yang meliputi peningkatan fungsi sosial melalui
keterlibatan warga, peningkatan fungsi ekonomi dengan fasilitas pendukung yang
melibatkan warga dan pengembang, perbaikan fungsi lingkungan melalui
pemeliharaan bersama, serta penguatan kerja sama antara penghuni dan
pengembang untuk pengelolaan RTH yang berkelanjutan dan dapat menjadi nilai
tambah bagi kawasan perumahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi
penyediaan dan kualitas RTH sangat penting tidak hanya untuk memenuhi regulasi,
tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat perumahan di kawasan
perkotaan Jember.
Description
Reupload file repository 4 Februari 2026_Arif/Halima
