Analisis Ketersediaan dan Kualitas Ruang Terbuka Hijau Perumahan Berdasarkan Kepuasan Penghuni (Studi Kasus: Kawasan Perkotaan Jember)
| dc.contributor.author | Sofi Cordova Andalusia | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-04T01:32:33Z | |
| dc.date.issued | 2025-07-03 | |
| dc.description | Reupload file repository 4 Februari 2026_Arif/Halima | |
| dc.description.abstract | Pentingnya keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) di lingkungan perumahan formal sebagai bagian dari upaya menciptakan hunian yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan. Penelitian ini didasarkan pada kondisi eksisting di kawasan perkotaan Jember yang menunjukkan bahwa banyak perumahan formal belum memenuhi ketentuan minimal penyediaan RTH sebagaimana diatur dalam SNI 03-1733-2004 maupun Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007. Selain masalah kuantitas, kualitas RTH yang tersedia pun dinilai belum optimal dalam menjalankan fungsinya sebagai ruang sosial, ekonomi, ekologis, dan estetika. Permasalahan ini berdampak pada rendahnya kepuasan penghuni terhadap fasilitas hijau di lingkungan tempat tinggal mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan RTH, mengukur tingkat kepuasan penghuni terhadap kualitasnya, dan merumuskan strategi pengembangan yang sesuai. Metode yang digunakan meliputi analisis deskriptif untuk menggambarkan ketersediaan RTH, Customer Satisfaction Index (CSI) untuk mengukur kepuasan penghuni terhadap empat aspek fungsi RTH (sosial, ekonomi, lingkungan, dan sarana prasarana), serta analisis SWOT untuk merumuskan strategi pengembangan berdasarkan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang ada. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, penyebaran kuesioner kepada 201 responden yang tersebar di tiga kecamatan (Sumbersari, Kaliwates, dan Patrang), serta wawancara dengan instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas RTH di perumahan formal kawasan perkotaan Jember tidak memenuhi standar luasan dan kualitas yang ditentukan. Banyak RTH yang kurang vegetasi, tidak terawat, dialihfungsikan, atau minim fasilitas penunjang. Tingkat kepuasan penghuni terhadap kualitas RTH hanya mencapai 42%, yang mengindikasikan bahwa secara umum penghuni merasa kurang puas terhadap kondisi tersebut. Berdasarkan hasil analisis SWOT, disusun strategi pengembangan yang meliputi peningkatan fungsi sosial melalui keterlibatan warga, peningkatan fungsi ekonomi dengan fasilitas pendukung yang melibatkan warga dan pengembang, perbaikan fungsi lingkungan melalui pemeliharaan bersama, serta penguatan kerja sama antara penghuni dan pengembang untuk pengelolaan RTH yang berkelanjutan dan dapat menjadi nilai tambah bagi kawasan perumahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi penyediaan dan kualitas RTH sangat penting tidak hanya untuk memenuhi regulasi, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat perumahan di kawasan perkotaan Jember. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Dr. Ir. RR. Dewi Junita Koesoemawati, S.T., M.T. DPA: Ibu Ir Rindang Alfiah, S.T., M.T. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1393 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Teknik | |
| dc.subject | Ruang Terbuka Hijau | |
| dc.subject | Kepuasan Penghuni | |
| dc.title | Analisis Ketersediaan dan Kualitas Ruang Terbuka Hijau Perumahan Berdasarkan Kepuasan Penghuni (Studi Kasus: Kawasan Perkotaan Jember) | |
| dc.type | Other |
