Dampak Implementasi Renewable Energy Directive II Terhadap Ekspor Minyak Kelapa Sawit Indonesia

Abstract

Uni Eropa menerapkan Renewable Energy Directive II (RED II) sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi energi dan mencapai target penggunaan energi terbarukan. Dalam implementasinya, kebijakan tersebut menetapkan minyak kelapa sawit sebagai high indirect land-use change (ILUC)-risk feedstock, disertai penerapan mekanisme freeze level dan phase-out yang membatasi penggunaannya sebagai bahan baku biofuel di Uni Eropa. Kebijakan tersebut memunculkan perdebatan karena di satu sisi bertujuan melindungi lingkungan, namun di sisi lain berdampak terhadap dinamika perdagangan minyak kelapa sawit Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana implementasi RED II memengaruhi dinamika perdagangan minyak kelapa sawit Indonesia serta sejauh mana implementasi tersebut mencerminkan praktik Green Protectionism. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kerangka analisis menggunakan konsep Green Protectionism yang terdiri atas empat indikator, yaitu kebijakan lingkungan sebagai instrumen perdagangan, hambatan non-tarif berbasis lingkungan, perlindungan terhadap kepentingan ekonomi domestik, dan ketimpangan kapasitas antarnegara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi RED II mengubah dinamika perdagangan minyak kelapa sawit Indonesia melalui pembatasan akses pasar biodiesel, penurunan ekspor ke sejumlah negara anggota Uni Eropa, serta peningkatan penggunaan feedstock alternatif yang diproduksi di kawasan tersebut. Analisis terhadap keempat indikator menunjukkan bahwa implementasi RED II secara dominan mencerminkan praktik Green Protectionism. Meskipun dibangun atas dasar tujuan keberlanjutan dan pengurangan emisi, implementasi kebijakan tersebut juga menghasilkan konsekuensi perdagangan yang memberikan keuntungan relatif bagi feedstock domestik Uni Eropa, sehingga tujuan lingkungan dan kepentingan ekonomi berjalan secara bersamaan dalam pelaksanaan kebijakan.

Description

Finalisasi Repository/HASYIM Agustus 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By