Identifikasi Daerah Rawan Bencana Banjir Menggunakan Citra Sentinel-1 dan Google Earth Engine (GEE) di Kabupaten Jember
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
Abstract
Kabupaten Jember merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Timur yang
sering mengalami banjir, karena wilayah ini memiliki curah hujan yang cukup
tinggi antara 1.969 mm sampai 3.394 mm, didominasi oleh wilayah datar dan
memiliki kemiringan 0-2%. Banyaknya kejadian banjir di Kabupaten Jember ini
menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan kerusakan fasilitas umum. Oleh karena
itu, dibutuhkan tindakan mitigasi dengan pembuatan peta rawan banjir dengan
bantuan Google Earth Engine menggunakan tiga parameter yaitu curah hujan,
ketinggian dan kemiringan lahan. Kemudian, citra Sentinel-1 digunakan untuk
mendeteksi genangan banjir aktual sehingga dapat dibandingkan dengan hasil peta
rawan banjir. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan daerah rawan bencana
banjir dengan menggunakan data curah hujan, ketinggian dan kemiringan lahan
melalui Google Earth Engine lalu diolah menggunakan QGIS. Kemudian, untuk
mendeteksi genangan banjir aktualnya dilakukan dengan memanfaatkan citra
Sentinel-1 melalui Google Earth Engine.
Penelitian ini menggunakan metode analisis spasial menggunakan teknik
scoring dan overlay dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Prosesnya dimulai
dengan mengunduh data batas wilayah Kabupaten Jember, mengumpulkan data
curah hujan, ketinggian dan kemiringan melalui Google Earth Engine. Data curah
hujan menggunakan data CHIRPS tahun 2023-2025, data ketinggian dan
kemiringan lahan menggunakan data SRTM DEM. Setelah mendapatkan data dari
ketiga parameter tersebut data akan dilakukan scoring dan overlay menggunakan
aplikasi QGIS. Masing-masing parameter akan dilakukan scoring terlebih dahulu
melalui QGIS dengan field calculator sehingga akan mendapatkan skor tiap
parameter, kemudian ketiga skor parameter dijumlahkan dan akan menghasilkan
skor banjir, lalu dilakukan klasifikasi pada skor banjir menggunakan perhitungan
interval yang kemudian diklasifikasi ke dalam lima kelas, semakin tinggi skornya
maka semakin tinggi pula kerawanannya. Setelah itu akan dilakukan overlay
sehingga memunculkan peta baru yaitu peta rawan banjir. Kemudian, data yang
diperoleh dari citra Sentinel-1 akan diunduh sehingga menghasilkan data luas
genangan yang mana data tersebut digunakan sebagai pembanding data peta rawan
banjir sehingga dapat diketahui daerah mana yang berpotensi banjir.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa wilayah Kabupaten Jember
didominasi oleh tingkat kerawanan banjir kelas tinggi, yaitu sebesar 51,61%.
Sementara itu, wilayah dengan tingkat kerawanan sedang mencakup 19,36%, dan
kerawanan sangat tinggi sebesar 29,03%. Wilayah yang memiliki skor kerawanan
tertinggi adalah Kecamatan Rambipuji. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh tingginya
curah hujan serta karakteristik kemiringan lereng yang landai. Secara teoritis,
semakin tinggi curah hujan dan semakin rendah ketinggian suatu wilayah, maka
potensi terjadinya banjir akan semakin besar. Sementara itu, total genangan yang
terdeteksi di Kabupaten Jember adalah 542,37 km2
. Sebaran genangan terbesar
berada di Kecamatan Tempurejo dengan luas mencapai 132 km2
.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembuatan peta rawan bencana banjir
menggunakan data parameter curah hujan, ketinggian dan kemiringan melalui
Google Earth Engine menghasilkan bahwa daerah yang memiliki curah hujan
tinggi, ketinggian rendah dan kemiringan lereng rendah berpotensi banjir. Citra
Sentinel-1 digunakan untuk mendeteksi genangan banjir aktual yang mana ini
bergantung pada waktu yang digunakan untuk mendeteksinya. Daerah perkotaan
dengan kepadatan penduduk akan sulit untuk dideteksi genangannya karena akan
menimbulkan pantulan ganda, sedangkan daerah dengan lahan terbuka akan sangat
mudah terdeteksi karena radar yang dipantulkan tidak akan terjadi pemantulan
ganda. Pemanfaatan citra Sentinel-1 dan Google Earth Engine ini sangat berguna
bagi tindakan mitigasi untuk menjadikan peta rawan banjir sehingga dapat
diperoleh informasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan sebagai salah satu upaya
mitigasi bencana.
