Studi Kelayakan Invetasi Tambang Nikel Menggunakan Metode Real Option Valuation dengan Pendekatan Binomial lattice
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Industri pertambangan nikel memiliki peranan penting dalam mendukung
perkembangan industri baja nirkarat dan baterai kendaraan listrik yang menjadi
bagian dari transisi energi global. Meningkatnya kebutuhan nikel mendorong
pertumbuhan investasi pada sektor pertambangan, namun investasi pada proyek
tambang nikel memiliki tingkat risiko dan ketidakpastian yang tinggi akibat
fluktuasi harga komoditas, besarnya kebutuhan modal awal, serta karakteristik
proyek yang berumur panjang. Analisis kelayakan investasi pada umumnya
dilakukan menggunakan metode Discounted Cash Flow (DCF) melalui parameter
Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period
(PBP). Meskipun banyak digunakan, metode DCF memiliki keterbatasan karena
mengasumsikan bahwa seluruh keputusan investasi bersifat tetap selama umur
proyek dan belum mampu mengakomodasi fleksibilitas manajerial dalam
menghadapi ketidakpastian pasar. Oleh karena itu, penelitian ini menerapkan
metode Real Option Valuation (ROV) dengan pendekatan Binomial Lattice untuk
mempertimbangkan nilai fleksibilitas keputusan manajemen terhadap perubahan
harga nikel.
Penelitian dilakukan pada endapan nikel laterit di Konawe Selatan,
Sulawesi Tenggara dengan menggunakan data sekunder berupa data topografi,
Pitshell Optimal, data teknis penambangan, data biaya investasi dan operasional,
serta data historis harga nikel periode 2021–2025. Tahapan penelitian meliputi
perancangan desain pit, penjadwalan produksi tambang, analisis kelayakan
investasi menggunakan metode DCF, serta analisis investasi menggunakan metode
ROV. Nilai NPV hasil DCF digunakan sebagai Underlying Asset dalam
perhitungan ROV, sedangkan volatilitas harga nikel digunakan sebagai sumber
utama ketidakpastian dalam model Binomial Lattice.
Berdasarkan rancangan teknis penambangan dengan metode tambang
terbuka (open pit mining), diperoleh estimasi cadangan tertambang sebesar
3.279.720 ton Ore dengan kadar rata-rata 1,86% Ni dan tonase waste sebesar
4.298.348 ton sehingga menghasilkan nilai stripping ratio sebesar 1,31. Umur
tambang direncanakan selama 4 tahun dengan target produksi sebesar 800.000 ton
ore per tahun, dimana tingkat keuntungan tertinggi diperkirakan terjadi pada tahun
ketiga akibat peningkatan efisiensi operasional dan dominasi ore berkadar tinggi.
Hasil analisis kelayakan investasi menggunakan metode DCF menunjukkan
bahwa proyek penambangan nikel yang direncanakan layak untuk dikembangkan.
Hal ini ditunjukkan oleh nilai NPV sebesar Rp 207.831.019.324,94, yang
menunjukkan bahwa nilai kini seluruh arus kas bersih proyek lebih besar
dibandingkan investasi awal yang dikeluarkan. Selain itu, diperoleh nilai IRR
sebesar 61%, yang jauh melampaui WACC sebesar 11,84%, serta nilai PBP selama
1,77 tahun, yang mengindikasikan bahwa modal investasi dapat kembali dalam
waktu yang relatif singkat. Selanjutnya, analisis menggunakan metode ROV
dengan pendekatan Binomial Lattice menghasilkan nilai ENPV sebesar Rp
320.839.580.984,57, atau lebih tinggi sebesar Rp 113.008.561.659,63
dibandingkan nilai NPV yang diperoleh melalui metode DCF. Peningkatan nilai
tersebut menunjukkan bahwa pendekatan ROV mampu mengakomodasi
fleksibilitas manajerial dalam menghadapi ketidakpastian pasar, khususnya
fluktuasi harga nikel, sehingga menghasilkan penilaian investasi yang lebih
komprehensif dan representatif dibandingkan metode DCF yang hanya
mengandalkan asumsi kondisi proyek yang bersifat statis selama umur tambang.
Perbedaan hasil tersebut menunjukkan bahwa metode ROV mampu
memberikan tambahan nilai ekonomi melalui fleksibilitas manajerial dalam
menghadapi ketidakpastian harga nikel. Dengan mempertimbangkan opsi untuk
melanjutkan, menunda, atau menghentikan proyek sesuai kondisi pasar, metode
ROV dinilai lebih representatif dalam menggambarkan nilai investasi proyek
pertambangan dibandingkan metode DCF yang bersifat statis. Hasil penelitian ini
memperlihatkan bahwa pengintegrasian aspek teknis penambangan dengan
pendekatan valuasi berbasis opsi riil mampu menghasilkan penilaian investasi yang
lebih komprehensif. Oleh karena itu, penerapan metode ROV dapat menjadi
alternatif pendekatan yang lebih efektif dalam pengambilan keputusan investasi
tambang nikel, khususnya pada proyek yang memiliki tingkat ketidakpastian harga
komoditas yang tinggi, serta dapat digunakan sebagai dasar perencanaan strategis
untuk memaksimalkan nilai ekonomi proyek selama umur tambang.
Description
Validasi file repositori 10 Agustus 2026_Firli
