Analisis Keragaman Genetik Tanaman Anggrek Dendrobium Mutan Berbasis Marka ISSR (Inter Simple Sequence Repeat)
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Anggrek Dendrobium adalah tanaman hias dengan permintaan pasar global
yang terus meningkat karena daya tarik estetika dan umur simpan bunga yang lama.
Salah satu upaya pemuliaan untuk memperluas keragaman genetik anggrek ini
adalah melalui induksi mutasi menggunakan agen kimia, di antaranya Ethyl
Methane Sulfonate (EMS) dan kolkisin. Perubahan yang timbul akibat mutasi, baik
pada tingkat morfologi maupun molekuler, perlu diidentifikasi secara sistematis.
Salah satu metode yang digunakan untuk mendeteksi keragaman genetik pada level
DNA adalah marka Inter Simple Sequence Repeat (ISSR), yang bekerja dengan
mengidentifikasi polimorfisme akibat perbedaan panjang dan frekuensi repetisi
pada lokus genetik. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini dilakukan
untuk menganalisis keragaman genetik dan morfologi pada tanaman anggrek
Dendrobium mutan menggunakan marka ISSR.
Penelitian menggunakan dua populasi tanaman anggrek mutan, yaitu 20
individu Dendrobium stratiotes hasil induksi kolkisin (DS1–DS20) dan 20 individu
Dendrobium gabriella suryajaya hasil induksi EMS (DG1–DG20), masing-masing
termasuk satu tanaman wild type sebagai pembanding. Pengamatan morfologi
dilakukan secara kualitatif (bentuk ujung dan tepi daun) serta kuantitatif (tinggi
tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, diameter batang, kandungan klorofil, dan
karakter bunga), yang kemudian dianalisis menggunakan Principal Component
Analysis (PCA) dan analisis klaster untuk melihat pola pengelompokan fenotipik.
Analisis genetik dilakukan melalui ekstraksi DNA daun, amplifikasi menggunakan
10 primer ISSR dengan metode PCR, serta visualisasi pita DNA menggunakan
elektroforesis gel agarosa. Data pita DNA (ada/tidak ada) selanjutnya dianalisis
menggunakan koefisien similaritas Jaccard, dikelompokkan dengan metode
UPGMA dalam bentuk dendrogram, serta divalidasi melalui Principal Coordinate
Analysis (PCoA)
Description
Finalisasi oleh agus 6 Agustus 2026
