Implementasi Building Information Modeling (BIM) 5d Pada Pekerjaan Struktur Gedung KH. Abdurrahman Wahid RSU Muslimat Ponorogo
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
FAKULTAS TEKNIK
Abstract
Gedung KH. Abdurrahman Wahid merupakan gedung tambahan tujuh lantai
pada RSU Muslimat Ponorogo yang berlokasi di Jl. Jend. Ahmad Yani No. 155
Ponorogo, Jawa Timur. Proyek ini memiliki nilai kontrak Rp 95.000.000.000, luas
bangunan ±1.850 m², dan tinggi 33,10 m. Pembangunan berlangsung di area rumah
sakit aktif dari Oktober 2024 hingga Desember 2025, sehingga membutuhkan
manajemen proyek yang akurat. Dalam pelaksanaannya, terjadi kekurangan volume
pengecoran pelat lantai akibat ketidakakuratan perhitungan manual yang berisiko
menyebabkan keterlambatan, pembengkakan biaya, dan penurunan mutu beton.
Penelitian ini bertujuan mengetahui biaya dan durasi pekerjaan struktur
menggunakan metode BIM 5D. Data yang digunakan bersifat sekunder meliputi
DED, RAB, Kurva S, AHSP Bidang Cipta Karya 2025, RKS, dan laporan harian.
Pemodelan 3D dilakukan menggunakan Autodesk Revit berdasarkan DED
sehingga volume setiap elemen struktur mulai pondasi bore pile, pilecap, tie beam,
kolom, balok, hingga pelat lantai dan atap dapat diekstrak otomatis melalui fitur
Quantity Takeoff. Penjadwalan (BIM 4D) dilakukan di Navisworks, dengan
menghubungkan model 3D ke jadwal yang disusun berdasarkan analisa durasi
menggunakan rumus T = (k × V)/n. Estimasi biaya (BIM 5D) dihitung di Microsoft
Excel dengan mengintegrasikan volume pemodelan dan harga satuan dari AHSP
2025 yang disesuaikan harga lokal Ponorogo.
Perbandingan volume antara Autodesk Revit dan perhitungan manual
proyek menghasilkan selisih terkecil 0,00% pada Kolom K1 dan selisih terbesar
74,41% pada balok BK5 30x40 cm. Selisih besar pada BK5 disebabkan perbedaan
metode proyek menghitung menggunakan rumus prisma persegi panjang (p×l×t),
sedangkan Autodesk Revit menghitung berdasarkan penampang trapesium aktual
balok. Hasil Revit (0,23 m³) lebih kecil dibandingkan perhitungan proyek (0,90 m³).
Penjadwalan BIM 4D menghasilkan total durasi pekerjaan struktur selama
370 hari kalender, terhitung dari 1 Oktober 2024 hingga 6 Oktober 2025. Durasi
dihitung berdasarkan koefisien tenaga kerja AHSP, volume hasil pemodelan, dan
jumlah tenaga kerja lapangan (42 pekerja besi, 42 pekerja bekisting. 35 pekerja cor).
Visualisasi Navisworks, memungkinkan identifikasi potensi konflik penjadwalan
sejak tahap perencanaan.
Implementasi BIM 5D menghasilkan total biaya pekerjaan struktural
sebesar Rp 22.720.698.615,15. Pekerjaan lantai 1 memiliki bobot biaya terbesar
(26,85%) karena mencakup pekerjaan tanah, pondasi bote pile, dan pilecap, yang
membutuhkan volume material lebih besar. Biaya lantai-lantai tipikal (lantai 2-7)
berkisar antara Rp 2,2 miliar hingga Rp 2,9 miliar per lantai, mencerminkan
konsistensi dimensi elemen struktural. BIM 5D terbukti menghasilkan estimasi
biaya yang lebih akurat, transparan, dan dapat ditelusuri hingga level elemen
struktur individual dibandingkan metode konvensional.
Description
Finalisasi Repository/HASYIM Agustus 2026
