Evaluasi Pengaruh Metode Ekstraksi Maserasi, UAE, dan MAE Terhadap Kandungan Total Polifenol Daun Sirih Hijau (Piper betle L.)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Farmasi
Abstract
Indonesia telah memasuki era penduduk tua sejak tahun 2021 dengan
proporsi penduduk lansia yang terus meningkat. Semakin bertambahnya usia pada
penduduk lansia, maka kondisi kesehatan lansia semakin menurun dan dapat
timbul gangguan kesehatan. Salah satu penyakit yang banyak diderita lansia
adalah penyakit yang tidak menular. Untuk pencegahan penyakit tersebut dapat
digunakan senyawa polifenol. Polifenol adalah kelompok senyawa bioaktif yang
terdiri atas cincin fenolik. Salah satu senyawa yang mengandung polifenol adalah
daun sirih hijau.
Senyawa polifenol yang terkandung pada daun sirih hijau berfungsi
sebagai antioksidan alami yang dapat mencegah kerusakan oksidatif dan penyakit
akibat stress seperti diabetes dan cardiovascular disease. Ekstraksi polifenol tetap
menjadi tantangan utama karena sifatnya yang termolabil serta kompleksitas dan
ketidakstabilan struktural senyawanya. Maka dari itu perlu ditemukan ekstraksi
yang tepat serta pengkondisian yang tepat untuk memaksimalkan hasil ekstraksi.
Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi daun sirih hijau dengan tiga metode
yang meliputi maserasi, ultrasonic-assisted extraction (UAE), dan microwave
assisted extraction (MAE). Pengkondisian dilakukan hanya pada metode ekstraksi
yang memiliki kadar polifenol tertinggi. Parameter kondisi meliputi suhu, waktu,
dan rasio S/L (solid/liquid). Kadar total polifenol dinyatakan dengan kuersetin
ekuivalen (mg QE/g). Penentuan kadar dilakukan dengan metode Folin-Ciocalteu
dengan instrumen spektrofotometri UV-Vis.
Dari penelitian ini, dihasilkan seluruh rendemen yang telah memenuhi
syarat Farmakope Herbal Indonesia II (2017) yaitu ≥5%. Metode ekstraksi yang
menghasilkan kadar total polifenol dari tertinggi ke terendah adalah metode UAE,
MAE, dan maserasi yang menghasilkan kadar secara berturut-turut sebanyak 206,11; 133,97; 126,26 mg QE/g. Kemudian dilanjutkan optimasi kondisi
ekstraksi metode UAE. Pada parameter suhu waktu kadar tertinggi sampai
terendah adalah 40, 20, dan 60 menit yang menghasilkan kadar secara berturut
turut adalah 206,11; 138,85; dan 128,62 mg QE/g. Kemudian pada parameter suhu
kadar tertinggi hingga terendah adalah suhu 45, 35, dan 55 °C yang secara
berturut-turut menghasilkan kadar 206,11; 122,97; 114,03 mg QE/g. Pada
parameter rasio, kadar tertinggi hingga terendah adalah 1/10. 1/20. Dan 1/30 yang
menghasilkan kadar 180,48; 127,60 mg QE/g.
Data kadar total polifenol dari empat parameter yaitu metode ekstraksi,
parameter waktu, parameter suhu, dan parameter rasio S/L masing-masing
dilakukan analisis data awal dengan pengujian normalitas dan homogenitas. Hasil
dari uji tersebut menunjukkan bahwa masing-masing parameter terdistribusi
normal dan homogen. Kemudian dilakukan uji one way ANOVA pada masing
masing parameter dengan tingkat kepercayaan 99%. Pada uji one way ANOVA
dihasilkan
bahwa pada uji perbedaan metode ekstraksi, perbedaan waktu,
perbedaan suhu, dan perbedaan rasio S/L memiliki perbedaan yang signifikan
karena nilai signifikansi <0,01. Kemudian dilanjutkan dengan uji Post Hoc LSD.
Dari pengujian tersebut dihasilkan metode maserasi dan MAE tidak berbeda
signifikan namun dengan metode UAE berbeda signifikan. Pada perbedaan waktu,
suhu, dan rasio S/L masing-masing berbeda signifikan.
Description
Reupload Repository 3 Februari 2026_Hasim/Firdiana
