Evaluasi Pengaruh Metode Ekstraksi Maserasi, UAE, dan MAE Terhadap Kandungan Total Polifenol Daun Sirih Hijau (Piper betle L.)
| dc.contributor.author | Stephania Regina Sitorus | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-03T07:34:15Z | |
| dc.date.issued | 2025-07-16 | |
| dc.description | Reupload Repository 3 Februari 2026_Hasim/Firdiana | |
| dc.description.abstract | Indonesia telah memasuki era penduduk tua sejak tahun 2021 dengan proporsi penduduk lansia yang terus meningkat. Semakin bertambahnya usia pada penduduk lansia, maka kondisi kesehatan lansia semakin menurun dan dapat timbul gangguan kesehatan. Salah satu penyakit yang banyak diderita lansia adalah penyakit yang tidak menular. Untuk pencegahan penyakit tersebut dapat digunakan senyawa polifenol. Polifenol adalah kelompok senyawa bioaktif yang terdiri atas cincin fenolik. Salah satu senyawa yang mengandung polifenol adalah daun sirih hijau. Senyawa polifenol yang terkandung pada daun sirih hijau berfungsi sebagai antioksidan alami yang dapat mencegah kerusakan oksidatif dan penyakit akibat stress seperti diabetes dan cardiovascular disease. Ekstraksi polifenol tetap menjadi tantangan utama karena sifatnya yang termolabil serta kompleksitas dan ketidakstabilan struktural senyawanya. Maka dari itu perlu ditemukan ekstraksi yang tepat serta pengkondisian yang tepat untuk memaksimalkan hasil ekstraksi. Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi daun sirih hijau dengan tiga metode yang meliputi maserasi, ultrasonic-assisted extraction (UAE), dan microwave assisted extraction (MAE). Pengkondisian dilakukan hanya pada metode ekstraksi yang memiliki kadar polifenol tertinggi. Parameter kondisi meliputi suhu, waktu, dan rasio S/L (solid/liquid). Kadar total polifenol dinyatakan dengan kuersetin ekuivalen (mg QE/g). Penentuan kadar dilakukan dengan metode Folin-Ciocalteu dengan instrumen spektrofotometri UV-Vis. Dari penelitian ini, dihasilkan seluruh rendemen yang telah memenuhi syarat Farmakope Herbal Indonesia II (2017) yaitu ≥5%. Metode ekstraksi yang menghasilkan kadar total polifenol dari tertinggi ke terendah adalah metode UAE, MAE, dan maserasi yang menghasilkan kadar secara berturut-turut sebanyak 206,11; 133,97; 126,26 mg QE/g. Kemudian dilanjutkan optimasi kondisi ekstraksi metode UAE. Pada parameter suhu waktu kadar tertinggi sampai terendah adalah 40, 20, dan 60 menit yang menghasilkan kadar secara berturut turut adalah 206,11; 138,85; dan 128,62 mg QE/g. Kemudian pada parameter suhu kadar tertinggi hingga terendah adalah suhu 45, 35, dan 55 °C yang secara berturut-turut menghasilkan kadar 206,11; 122,97; 114,03 mg QE/g. Pada parameter rasio, kadar tertinggi hingga terendah adalah 1/10. 1/20. Dan 1/30 yang menghasilkan kadar 180,48; 127,60 mg QE/g. Data kadar total polifenol dari empat parameter yaitu metode ekstraksi, parameter waktu, parameter suhu, dan parameter rasio S/L masing-masing dilakukan analisis data awal dengan pengujian normalitas dan homogenitas. Hasil dari uji tersebut menunjukkan bahwa masing-masing parameter terdistribusi normal dan homogen. Kemudian dilakukan uji one way ANOVA pada masing masing parameter dengan tingkat kepercayaan 99%. Pada uji one way ANOVA dihasilkan bahwa pada uji perbedaan metode ekstraksi, perbedaan waktu, perbedaan suhu, dan perbedaan rasio S/L memiliki perbedaan yang signifikan karena nilai signifikansi <0,01. Kemudian dilanjutkan dengan uji Post Hoc LSD. Dari pengujian tersebut dihasilkan metode maserasi dan MAE tidak berbeda signifikan namun dengan metode UAE berbeda signifikan. Pada perbedaan waktu, suhu, dan rasio S/L masing-masing berbeda signifikan. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Dr. apt. Siti Muslichah, S.Si., M.Sc. DPA: Dr. apt. Mochammad Amrun Hidayat, S.Si., M.Farm | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1315 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Farmasi | |
| dc.subject | Total Polifenol | |
| dc.subject | Metode Ekstraksi Maserasi | |
| dc.title | Evaluasi Pengaruh Metode Ekstraksi Maserasi, UAE, dan MAE Terhadap Kandungan Total Polifenol Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) | |
| dc.type | Other |
