Hubungan Fear of Missing Out (FoMO) dengan Doomscrolling pada Remaja SMA di Wilayah Urban
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
FAKULTAS KEPERAWATAN
Abstract
Hubungan Fear of Missing Out (FoMO) dengan Doomscrolling pada Remaja
SMA di Wilayah Urban; Niken Dwi Astuti, 222310101054; 2026; Program Studi
Sarjana Ilmu Keperawatan, Fakultas Keperawatan, Universitas Jember
Remaja SMA berada pada fase penting perkembangan identitas dan sangat
dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan digital. Remaja di wilayah urban memiliki
rata-rata screen time sebesar 5,44 jam per hari melebihi rekomendasi American
Academy of Pediatrics yaitu maksimal dua jam per hari. Tingginya penggunaan
media sosial pada remaja dapat memunculkan fenomena doomscrolling, yaitu
kecenderungan individu untuk terus-menerus menggulir dan menelusuri konten
negatif. Remaja di wilayah urban berada dalam lingkungan dengan konektivitas
daring yang tinggi dan paparan media yang intens. Lingkungan urban memberikan
paparan terhadap beragam gaya hidup, nilai, dan interaksi teman sebaya serta
memiliki konektivitas daring yang tinggi sehingga media digital semakin melekat
dalam kehidupan sehari-hari remaja. Keterlibatan daring yang semakin intens
menyebabkan remaja semakin banyak terpapar informasi dan perbandingan sosial
yang dapat memperkuat kekhawatiran akan tertinggal dari teman sebaya dan
meningkatkan Fear of Missing Out (FoMO). FoMO menyebabkan remaja merasa
cemas apabila melewatkan tren, aktivitas sosial, atau informasi di media sosial.
Kebutuhan untuk terus up to date mendorong remaja untuk terus memantau media
sosial dan menelusuri berbagai konten, termasuk konten negatif, sehingga
meningkatkan kecenderungan melakukan doomscrolling. Penelitian ini dilakukan
untuk mengetahui hubungan antara Fear of Missing Out (FoMO) dengan
doomscrolling pada remaja SMA di wilayah urban.
Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri Jenggawah dengan menggunakan
desain penelitian kuantitatif korelasional melalui pendekatan cross-sectional.
Populasi penelitian terdiri atas 565 siswa kelas X dan XI tahun ajaran 2025/2026.
Sampel dalam penelitian ini berjumlah 234 siswa yang dipilih menggunakan
metode probability sampling dengan teknik proportionate stratified random
sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner Online Fear of Missing Out
(ON-FoMO) untuk mengukur FoMO serta Doomscrolling Scale untuk mengukur
perilaku doomscrolling. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji korelasi
Spearman's rho dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Penelitian ini telah memenuhi
kaidah etika penelitian dan mendapatkan keterangan layak etik dari Komisi Etik
Penelitian Kesehatan (KEPK) Fakultas Keperawatan Universitas Jember dengan
nomor sertifikat etik 311/UN25.1.14/KEPK/2026.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat
FoMO pada kategori sedang sebanyak 196 responden (83,8%) dan tingkat
doomscrolling pada kategori rendah sebanyak 131 responden (56%). Hasil analisis
menggunakan uji korelasi Spearman's rho menunjukkan bahwa terdapat hubungan
yang signifikan antara Fear of Missing Out (FoMO) dengan doomscrolling pada
remaja SMA di wilayah urban (p < 0,001). Koefisien korelasi sebesar 0,436
menunjukkan kekuatan hubungan sedang dan arah hubungan positif yang berarti
semakin tinggi tingkat FoMO, semakin tinggi pula kecenderungan perilaku
doomscrolling pada remaja. FoMO berperan dalam meningkatkan kecenderungan
remaja untuk terus memantau media sosial agar tidak tertinggal informasi, aktivitas,
maupun pengalaman teman sebayanya. Kecenderungan tersebut mendorong remaja
untuk terus mengakses dan menggulir berbagai konten di media sosial termasuk
konten yang bersifat negatif, sehingga dapat meningkatkan perilaku doomscrolling.
Hubungan tersebut juga dapat dipahami berdasarkan karakteristik lingkungan urban
yang memiliki konektivitas daring tinggi dan paparan media yang intens sehingga
meningkatkan keterlibatan remaja dalam penggunaan media sosial.
Mayoritas remaja SMA di wilayah urban memiliki tingkat Fear of Missing Out
(FoMO) kategori sedang dan tingkat doomscrolling kategori rendah. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Fear of
Missing Out (FoMO) dan doomscrolling pada remaja SMA di wilayah urban
dengan kekuatan hubungan sedang dan arah hubungan positif. Maka dari itu,
diperlukan upaya yang melibatkan remaja, orang tua, sekolah, dan tenaga kesehatan
untuk membentuk kebiasaan penggunaan media sosial yang sehat. Remaja perlu
menggunakan media sosial secara bijak, orang tua memberikan pendampingan dan
pengawasan, sekolah meningkatkan edukasi literasi digital dan layanan konseling,
serta perawat berperan melalui edukasi kesehatan mental dan digital well-being.
Description
Finalisasi Repository/HASYIM Agustus 2026
