Analisis Pengaruh Prebiotik Neem Gum terhadap Jumlah Mikrobiota pada Mencit BALB/c yang Terpapar Klorpirifos
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Tubuh manusia dihuni oleh beragam mikroorganisme yang dikenal sebagai
mikrobiota. Mikrobiota memainkan peran penting sebagai mediator fisiologis
tubuh host. Terjadinya setiap perubahan dalam mikrobiota, seperti perubahan
jumlah maupun komposisi, dapat berdampak negatif pada kesehatan host. Kondisi
tersebut disebut sebagai disbiosis. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap
terjadinya disbiosis adalah paparan klorpirifos (CPF). CPF umumnya ditemukan
sebagai residu dalam produk makanan sehari-hari, terutama pada sayur-sayuran dan
buah-buahan. Untuk mengatasi disbiosis, host perlu mengonsumsi bahan-bahan
makanan yang termasuk dalam prebiotik. Salah satu contoh prebiotik, yaitu neem
gum. Neem gum mengandung polisakarida yang berfungsi sebagai sumber energi
bagi mikrobiota, sehingga mendorong pertumbuhan dan perkembangan mikrobiota.
Peningkatan keseimbangan mikrobiota ini dapat membantu memulihkan ekosistem
usus yang telah terjadi disbiosis. Perbaikan disbiosis tersebut salah satunya dalam
hal jumlah mikrobiota. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui pengaruh
prebiotik neem gum terhadap jumlah mikrobiota pada mencit BALB/c yang
terpapar CPF.
Penelitian ini merupakan true experimental randomized posttest only
control group menggunakan mencit jantan BALB/c sebanyak 9 ekor. Mencit
mencit tersebut dibagi menjadi 3 kelompok (3 ekor mencit per kelompok), yaitu
kelompok KN yang diberikan larutan normal saline (+5% Tween 20) 1 ml/kgBB;
kelompok K(-) yang diberikan CPF 5 mg/kgBB; dan kelompok NG yang diberikan
larutan neem gum 7,5 gr/kgBB dan CPF 5 mg/kgBB. Pemberian larutan
menggunakan sonde oral dan durasi penelitian selama 56 hari. Terminasi
menggunakan ketamine 40 mg/kgBB dan xylazine 5 mg/KgBB intraperitoneal
untuk mengambil sampel feses. Sampel feses dilakukan pemeriksaan TPC, lalu
analisis data diuji menggunakan one way ANOVA dan uji Posthoc LSD Tukey.
Data rata-rata jumlah mikrobiota kelompok KN 96,3 x 103; K(-) 69,3 x 103;
NG 240 x 103. Hasil uji normalitas Shapiro Wilk didapatkan p = 0,188 (p>0,05) dan
hasil uji homogenitas menggunakan Levene test didapatkan p = 0,601 (p>0,05).
Hasil tersebut menunjukkanbahwa data terdistribusi normal dan homogen. Uji one
way ANOVA menunjukkan signifikansi (p<0,05) perbedaan jumlah mikrobiota
antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan (p<0,001). Selanjutnya
dilakukan uji Post-hoc LSD Tukey. Berdasarkan hasil uji Post-hoc LSD Tukey
didapatkan signifikansi perbedaan jumlah mikrobiota antara kelompok K(-) dan
NG (p = 0,002); serta NG dan KN (p<0,001). Kelompok KN dan K(-) tidak terdapat
perbedaan jumlah mikrobiota yang signifikan (p = 0,497). Berdasarkan hasil
tersebut, neem gum terbukti meningkatkan jumlah mikrobiota pada mencit BALB/c
yang terpapar CPF.
Description
Reupload Repository 3 Februari 2026_Hasim/Firdiana
