Analisis Pengaruh Prebiotik Neem Gum terhadap Jumlah Mikrobiota pada Mencit BALB/c yang Terpapar Klorpirifos
| dc.contributor.author | Stela Salsabilla Fambudi | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-03T07:25:13Z | |
| dc.date.issued | 2025-01-10 | |
| dc.description | Reupload Repository 3 Februari 2026_Hasim/Firdiana | |
| dc.description.abstract | Tubuh manusia dihuni oleh beragam mikroorganisme yang dikenal sebagai mikrobiota. Mikrobiota memainkan peran penting sebagai mediator fisiologis tubuh host. Terjadinya setiap perubahan dalam mikrobiota, seperti perubahan jumlah maupun komposisi, dapat berdampak negatif pada kesehatan host. Kondisi tersebut disebut sebagai disbiosis. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya disbiosis adalah paparan klorpirifos (CPF). CPF umumnya ditemukan sebagai residu dalam produk makanan sehari-hari, terutama pada sayur-sayuran dan buah-buahan. Untuk mengatasi disbiosis, host perlu mengonsumsi bahan-bahan makanan yang termasuk dalam prebiotik. Salah satu contoh prebiotik, yaitu neem gum. Neem gum mengandung polisakarida yang berfungsi sebagai sumber energi bagi mikrobiota, sehingga mendorong pertumbuhan dan perkembangan mikrobiota. Peningkatan keseimbangan mikrobiota ini dapat membantu memulihkan ekosistem usus yang telah terjadi disbiosis. Perbaikan disbiosis tersebut salah satunya dalam hal jumlah mikrobiota. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui pengaruh prebiotik neem gum terhadap jumlah mikrobiota pada mencit BALB/c yang terpapar CPF. Penelitian ini merupakan true experimental randomized posttest only control group menggunakan mencit jantan BALB/c sebanyak 9 ekor. Mencit mencit tersebut dibagi menjadi 3 kelompok (3 ekor mencit per kelompok), yaitu kelompok KN yang diberikan larutan normal saline (+5% Tween 20) 1 ml/kgBB; kelompok K(-) yang diberikan CPF 5 mg/kgBB; dan kelompok NG yang diberikan larutan neem gum 7,5 gr/kgBB dan CPF 5 mg/kgBB. Pemberian larutan menggunakan sonde oral dan durasi penelitian selama 56 hari. Terminasi menggunakan ketamine 40 mg/kgBB dan xylazine 5 mg/KgBB intraperitoneal untuk mengambil sampel feses. Sampel feses dilakukan pemeriksaan TPC, lalu analisis data diuji menggunakan one way ANOVA dan uji Posthoc LSD Tukey. Data rata-rata jumlah mikrobiota kelompok KN 96,3 x 103; K(-) 69,3 x 103; NG 240 x 103. Hasil uji normalitas Shapiro Wilk didapatkan p = 0,188 (p>0,05) dan hasil uji homogenitas menggunakan Levene test didapatkan p = 0,601 (p>0,05). Hasil tersebut menunjukkanbahwa data terdistribusi normal dan homogen. Uji one way ANOVA menunjukkan signifikansi (p<0,05) perbedaan jumlah mikrobiota antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan (p<0,001). Selanjutnya dilakukan uji Post-hoc LSD Tukey. Berdasarkan hasil uji Post-hoc LSD Tukey didapatkan signifikansi perbedaan jumlah mikrobiota antara kelompok K(-) dan NG (p = 0,002); serta NG dan KN (p<0,001). Kelompok KN dan K(-) tidak terdapat perbedaan jumlah mikrobiota yang signifikan (p = 0,497). Berdasarkan hasil tersebut, neem gum terbukti meningkatkan jumlah mikrobiota pada mencit BALB/c yang terpapar CPF. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: dr. Elly Nurus Sakinah, M.Si. DPA: dr. Laksmi Indreswari, Sp.B. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1307 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Kedokteran | |
| dc.subject | Mikrobiota | |
| dc.subject | Neem Gum | |
| dc.title | Analisis Pengaruh Prebiotik Neem Gum terhadap Jumlah Mikrobiota pada Mencit BALB/c yang Terpapar Klorpirifos | |
| dc.type | Other |
