Daya Hambat Ekstrak Daun Biduri (Calotropis gigantea) terhadap Pertumbuhan Lactobacillus acidophilus
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
Abstract
Karies gigi masih menjadi salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang
memiliki prevalensi tinggi di Indonesia maupun di dunia. Penyakit ini merupakan
kondisi multifaktorial yang terjadi akibat interaksi antara mikroorganisme, host,
substrat, dan waktu. Salah satu bakteri yang berperan dalam perkembangan lesi
karies yang lebih dalam adalah L. acidophilus. Bakteri ini memiliki kemampuan
menghasilkan asam dan bertahan hidup pada lingkungan asam, sehingga berperan
penting dalam progresivitas karies hingga mencapai dentin yang lebih dalam. Oleh
karena itu, pengendalian pertumbuhan bakteri tersebut menjadi salah satu upaya
dalam pencegahan dan penanganan karies.
Chlorhexidine gluconate merupakan bahan antibakteri yang banyak
digunakan dalam bidang kedokteran gigi karena efektivitasnya dalam menghambat
pertumbuhan bakteri rongga mulut. Namun, penggunaannya dalam jangka panjang
dapat menimbulkan berbagai efek samping. Kondisi tersebut mendorong
pemanfaatan bahan alami yang memiliki aktivitas antibakteri sebagai alternatif
yang lebih aman dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut. Salah satu tanaman
yang memiliki potensi tersebut adalah daun biduri (Calotropis gigantea) yang
diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berperan dalam aktivitas
antibakteri.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun
biduri (Calotropis gigantea) terhadap pertumbuhan L. acidophilus pada berbagai
konsentrasi. Penelitian menggunakan desain eksperimental laboratoris dengan
rancangan post-test only control group design. Aktivitas antibakteri ekstrak daun
biduri diuji menggunakan metode difusi cakram Kirby-Bauer pada konsentrasi
40%, 60%, 80%, dan 100%, dengan chlorhexidine gluconate 0,2% sebagai kontrol
positif dan aquades steril sebagai kontrol negatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun biduri pada seluruh
konsentrasi yang diuji mampu menghambat pertumbuhan L. acidophilus. Rata-rata
diameter zona hambat yang dihasilkan pada konsentrasi 40%, 60%, 80%, dan 100%
berturut-turut sebesar 6,63±0,19 mm; 7,10±0,13 mm; 7,97±0,17 mm; dan
10,20±0,81 mm. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan diameter zona
hambat seiring dengan meningkatnya konsentrasi ekstrak yang digunakan, dengan
konsentrasi 100% menghasilkan diameter zona hambat terbesar di antara seluruh
konsentrasi ekstrak. Meskipun demikian, aktivitas antibakteri yang dihasilkan pada
seluruh konsentrasi ekstrak masih lebih rendah dibandingkan chlorhexidine
gluconate 0,2% sebagai kontrol positif (K+).
Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang
bermakna secara statistik antar kelompok perlakuan (p < 0,05). Temuan ini
menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak daun biduri berpengaruh
terhadap kemampuan ekstrak dalam menghambat pertumbuhan L. acidophilus.
Aktivitas antibakteri ekstrak daun biduri diduga berasal dari kandungan senyawa
bioaktif yang bekerja melalui berbagai mekanisme dalam menghambat
pertumbuhan bakteri.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun biduri
(Calotropis gigantea) memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan L.
acidophilus secara in vitro. Peningkatan konsentrasi ekstrak menghasilkan
peningkatan aktivitas antibakteri, dengan konsentrasi 100% menunjukkan
efektivitas tertinggi dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa ekstrak daun biduri berpotensi untuk dikembangkan lebih
lanjut sebagai bahan alami yang memiliki aktivitas antibakteri dalam bidang
kedokteran gigi.
Description
Finalisasi Hasyim/Agustus 2026
