Efektivitas Jenis Kemasan dan Beragam Formula Es Krim Jahe (Zingiber officinale) Berbahan Penstabil CMC (Carboxymethyl cellulose) pada Berbagai Konsentrasi
Abstract
Kemasan memiliki peran penting untuk mencegah serta memperlambat
terjadinya kerusakan pada produk makanan maupun minuman. Pengemasan
memiliki tujuan memperpanjang masa simpan dari bahan yang dikemas.
Pentingnya penstabil dalam pembuatan es krim berguna untuk menahan terjadinya
pengkristalan es krim pada saat masa penyimpanan dan menstabilkan pengadukan
dalam proses pencampuran bahan baku es krim. Penstabil yang cukup ekonomis
dan sering digunakan adalah CMC.
Bahan pendukung yang dapat ditambahkan dalam pembuatan es krim untuk
meningkatkan sifat fungsional kesehatan dalam produk es krim adalah jahe.
Mengkonsumsi jahe akan meningkatkan derajat kesehatan karena mengandung
banyak senyawa bioaktif salah satunya sebagai antioksidan. Penambahan bahan
penstabil pada pembuatan es krim jahe perlu dibatasi, hal ini berguna untuk
menghasilkan es krim dengan karakteristik yang baik diantaranya tidak cepat
meleleh, dan memiliki tekstur lunak atau halus. Tujuan dari penelitian ini yaitu
untuk mengetahui efektivitas jenis kemasan, mutu fisik dan mutu sensoris es krim
jahe dengan penstabil CMC serta mengetahui konsentrasi CMC yang dapat
menghasilkan es krim jahe dengan sifat yang baik dan disukai.
Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan
Acak Lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama jenis kemasan yaitu polipropilen
dan komposit dan faktor kedua konsentrasi jenis bahan penstabil yaitu 0,1%; 0,3%;
0,5% dengan 4 kali ulangan pada masing-masing perlakuan. Variabel pengamatan
yang digunakan yaitu mutu fisik (overrun, kecepatan meleleh dan kecerahan), mutu
sensoris (warna, aroma, rasa, dan tekstur) dan uji efektivitas untuk menentukan
perlakuan terbaik. Data fisik yang diperoleh dianalisis menggunakan anova, apabila
terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji Duncan’s New Multiple
Range Test (DNMRT) pada α (0,05). Sedangkan data uji mutu sensoris dianalisis
menggunakan Chi-Square pada α (0,05).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi jenis kemasan dan konsentrasi
bahan penstabil menghasilkan nilai yang berbeda nyata terhadap overrun, dan
kecepatan meleleh namun menghasilkan nilai yang tidak berbeda terhadap
kecerahan (lightness). Hasil uji chi square pada mutu sensoris pada α (0,05)
menghasilkan nilai yang berbeda pada tekstur es krim, namun menghasilkan nilai
yang tidak bebeda nyata terhadap aroma, warna, dan rasa. Es krim jahe dengan
perlakuan terbaik dan disukai dihasilkan pada perlakuan jenis kemasan polipropilen
dengan konsentrasi penstabil CMC 0,1%. Es krim jahe tersebut memiliki nilai
overrun 31,18%, nilai kecepatan meleleh 9,46g/menit, nilai kecerahan (lightness)
69,42 dan uji sensoris menghasilkan 56% panelis agak menyukai warna es krim,
52% panelis agak menyukai aroma es krim, 72% panelis agak menyukai rasa es
krim.