Hubungan Penggunaan Media Sosial dan Pengetahuan Anemia dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri (Studi di SMAN 2 Jember)
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
Abstract
Anemia masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang banyak terjadi pada
remaja putri akibat meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan serta kehilangan darah saat
menstruasi. Kondisi ini dapat berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, produktivitas, kebugaran, dan
kualitas hidup. Program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) telah dilaksanakan sebagai upaya pencegahan
anemia, namun kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri masih rendah. Penggunaan media sosial sebagai
sumber informasi kesehatan serta pengetahuan mengenai anemia diduga berperan dalam membentuk perilaku
kepatuhan konsumsi TTD. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan penggunaan media sosial dan
pengetahuan anemia dengan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah pada remaja putri di SMAN 2 Jember. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross
sectional. Penelitian dilaksanakan di SMAN 2 Jember pada Februari–Mei 2026. Populasi penelitian berjumlah
420 siswi kelas X dan XI, dengan sampel sebanyak 165 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional
random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner penggunaan media sosial, kuesioner pengetahuan
anemia, dan Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) untuk mengukur kepatuhan konsumsi TTD.
Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rho dengan tingkat signifikansi
α = 0,05. Sebagian besar responden berusia 17 tahun (47,9%), menggunakan Instagram dan TikTok secara
bersamaan (68,5%), serta mengakses media sosial selama 2–4 jam per hari (47,3%). Mayoritas responden
memiliki kepatuhan konsumsi TTD kategori rendah (73,3%), penggunaan media sosial kategori sedang (81,8%),
dan pengetahuan anemia kategori baik (78,8%). Hasil uji Spearman Rho menunjukkan bahwa tidak terdapat
hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial dengan kepatuhan konsumsi TTD (p=0,211; r=0,098).
Sebaliknya, terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan anemia dengan kepatuhan konsumsi TTD
(p=0,003; r=-0,228) dengan kekuatan hubungan lemah. Penggunaan media sosial tidak berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah pada remaja putri. Sebaliknya, pengetahuan anemia berhubungan signifikan dengan kepatuhan
konsumsi TTD. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi yang berkelanjutan melalui sekolah dan instansi
kesehatan serta optimalisasi pemanfaatan media sosial sebagai media edukasi kesehatan untuk meningkatkan
pengetahuan dan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah pada remaja putri.
Description
Finalisasi Juli 2026 hasyim
