Hubungan Penggunaan Media Sosial dan Pengetahuan Anemia dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri (Studi di SMAN 2 Jember)

dc.contributor.authorBintang Kejora Rudhiraningtyas
dc.date.accessioned2026-07-30T04:34:00Z
dc.date.issued2026-06-29
dc.descriptionFinalisasi Juli 2026 hasyim
dc.description.abstractAnemia masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang banyak terjadi pada remaja putri akibat meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan serta kehilangan darah saat menstruasi. Kondisi ini dapat berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, produktivitas, kebugaran, dan kualitas hidup. Program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) telah dilaksanakan sebagai upaya pencegahan anemia, namun kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri masih rendah. Penggunaan media sosial sebagai sumber informasi kesehatan serta pengetahuan mengenai anemia diduga berperan dalam membentuk perilaku kepatuhan konsumsi TTD. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan penggunaan media sosial dan pengetahuan anemia dengan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah pada remaja putri di SMAN 2 Jember. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di SMAN 2 Jember pada Februari–Mei 2026. Populasi penelitian berjumlah 420 siswi kelas X dan XI, dengan sampel sebanyak 165 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner penggunaan media sosial, kuesioner pengetahuan anemia, dan Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) untuk mengukur kepatuhan konsumsi TTD. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rho dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Sebagian besar responden berusia 17 tahun (47,9%), menggunakan Instagram dan TikTok secara bersamaan (68,5%), serta mengakses media sosial selama 2–4 jam per hari (47,3%). Mayoritas responden memiliki kepatuhan konsumsi TTD kategori rendah (73,3%), penggunaan media sosial kategori sedang (81,8%), dan pengetahuan anemia kategori baik (78,8%). Hasil uji Spearman Rho menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial dengan kepatuhan konsumsi TTD (p=0,211; r=0,098). Sebaliknya, terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan anemia dengan kepatuhan konsumsi TTD (p=0,003; r=-0,228) dengan kekuatan hubungan lemah. Penggunaan media sosial tidak berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah pada remaja putri. Sebaliknya, pengetahuan anemia berhubungan signifikan dengan kepatuhan konsumsi TTD. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi yang berkelanjutan melalui sekolah dan instansi kesehatan serta optimalisasi pemanfaatan media sosial sebagai media edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah pada remaja putri.
dc.description.sponsorshipDosen pembimbing utama : Dr. Leersia Yusi Ratnawati, S.KM., M.Kes
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/12502
dc.language.isoother
dc.publisherFAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
dc.subjectanemia
dc.subjectremaja putri
dc.subjectTablet Tambah Darah (TTD)
dc.titleHubungan Penggunaan Media Sosial dan Pengetahuan Anemia dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri (Studi di SMAN 2 Jember)
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
repo.pdf
Size:
836.59 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: