Hubungan Faktor Individu dan Faktor Pekerjaan terhadap Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Pekerja Produksi Beton Pracetak
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Musculoskeletal Disorders (MSDs) adalah kondisi yang memengaruhi otot
skeletal dengan ditandai adanya rasa nyeri pada otot, sendi, tendon, ligamen, tulang
belakang, tangan, dan kaki. Kondisi tersebut dapat menurunkan kualitas dan
produktivitas pekerja serta apabila dibiarkan dalam waktu yang lama dapat
mengakibatkan keterbatasan kemampuan kerja. Musculoskeletal Disorders (MSDs)
dapat disebabkan oleh tiga faktor, yaitu faktor individu, faktor pekerjaan, dan faktor
lingkungan. Faktor-Faktor tersebut banyak ditemui pada jenis pekerjaan yang
menuntut aktivitas fisik tinggi seperti pada pekerjaan produksi beton pracetak yang
masih melakukan pekerjaan secara manual meliputi mendorong, menarik,
mengangkat, dan menurunkan barang dengan beban berat serta dalam waktu yang
lama sehingga berisiko mengalami MSDs, akan tetapi penelitian pada pekerja
produksi beton pracetak masih terbatas. Berdasarkan studi pendahuluan di CV. MB
dan NJS yang masih melakukan aktivitas manual, pekerja mengangkat beban
seberat ±6 kg hingga ±24 kg dalam satu kali angkat dengan frekuensi 1 hingga 2
kali pengangkatan per menit serta hasil wawancara awal menunjukkan bahwa 8 dari
10 pekerja mengeluhkan nyeri pada beberapa bagian tubuh. Dengan demikian,
penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan faktor individu (usia dan IMT)
dan faktor pekerjaan (beban kerja fisik, masa kerja, durasi kerja, dan MMH)
terhadap keluhan MSDs pada pekerja produksi beton pracetak.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan
observasional analisis dengan desain penelitian cross-sectional. Penelitian
dilakukan di industri produksi beton pracetak yaitu CV. MB Sumbersari dan NJS
yang dilakukan pada bulan September 2025 hingga April 2026. Populasi penelitian
sebanyak 97 orang dengan sampel berjumlah 87 responden secara proportional
random sampling terdiri dari pekerja yang terlibat langsung dalam proses produksi
seperti kegiatan pengangkatan, pemindahan, dan penataan produk. Variabel yang diteliti yaitu faktor individu meliputi usia dan IMT serta faktor pekerjaan meliputi
beban kerja fisik, masa kerja, durasi kerja, dan manual material handling (MMH).
Pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan pengukuran pada
pekerja. Alat atau instrumen yang digunakan Cornell Musculoskeletal Discomfort
Questionnaire (CMDQ), Manual Assessment Chart (MAC), timbangan berat
badan, meteran, dan oximeter. Pengolahan data dimulai dengan editing, coding,
entry data, dan cleaning. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat,
analisis bivariat dilakukan dengan uji statistik spearman jika data tidak terdistribusi
normal atau salah satu variabel berskala ordinal atau uji korelasi pearson jika data
terdistribusi normal dan kedua variabel berskala rasio.
Hasil penelitian menunjukkan responden berada pada usia produktif (21-49
tahun) dan memiliki IMT normal (65,5%). Median dari masa kerja yaitu selama 6
tahun dan median durasi kerja yaitu selama 6 jam. Distribusi median skor MMH
yaitu angkat (11,5), bawa (12), dan penanganan tim (11). Mayoritas responden
mengalami keluhan punggung bawah (69%). Hasil analisis menunjukkan tidak
terdapat hubungan usia (p = 0,879), IMT (p = 0,208), beban kerja fisik (p = 0,772),
dan masa kerja (p = 0,663) terhadap keluhan MSDs. Hal ini menunjukkan bahwa
keluhan MSDs dapat dirasakan oleh seluruh responden meskipun memiliki
karakteristik individu, beban kerja fisik, dan masa kerja yang berbeda. Sementara
itu, durasi kerja (p = 0,013) dan MMH ( p = <0,001) berhubungan secara signifikan
dengan keluhan MSDs. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa faktor pekerjaan
seperti durasi kerja dan MMH berkaitan dengan munculnya keluhan MSDs pada
pekerja produksi beton pracetak.
Saran penelitian yang dapat dipertimbangkan yaitu perusahaan perlu
memberikan edukasi berupa poster dan pengawasan mengenai teknik pengangkatan
beban serta postur kerja yang tepat. Selain itu, pekerja melakukan peregangan otot
ringan seperti otot leher, bahu, dan lengan sebelum serta di sela melakukan aktivitas
pekerjaan dan memerhatikan posisi tubuh saat mengangkat dan membawa beban.
Description
Finalisasi 29 Juli 2026 Rudi H
