Hubungan Faktor Individu dan Faktor Pekerjaan terhadap Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Pekerja Produksi Beton Pracetak
| dc.contributor.author | Yovina Ika Maulidiah | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-29T00:57:24Z | |
| dc.date.issued | 2026-06-23 | |
| dc.description | Finalisasi 29 Juli 2026 Rudi H | |
| dc.description.abstract | Musculoskeletal Disorders (MSDs) adalah kondisi yang memengaruhi otot skeletal dengan ditandai adanya rasa nyeri pada otot, sendi, tendon, ligamen, tulang belakang, tangan, dan kaki. Kondisi tersebut dapat menurunkan kualitas dan produktivitas pekerja serta apabila dibiarkan dalam waktu yang lama dapat mengakibatkan keterbatasan kemampuan kerja. Musculoskeletal Disorders (MSDs) dapat disebabkan oleh tiga faktor, yaitu faktor individu, faktor pekerjaan, dan faktor lingkungan. Faktor-Faktor tersebut banyak ditemui pada jenis pekerjaan yang menuntut aktivitas fisik tinggi seperti pada pekerjaan produksi beton pracetak yang masih melakukan pekerjaan secara manual meliputi mendorong, menarik, mengangkat, dan menurunkan barang dengan beban berat serta dalam waktu yang lama sehingga berisiko mengalami MSDs, akan tetapi penelitian pada pekerja produksi beton pracetak masih terbatas. Berdasarkan studi pendahuluan di CV. MB dan NJS yang masih melakukan aktivitas manual, pekerja mengangkat beban seberat ±6 kg hingga ±24 kg dalam satu kali angkat dengan frekuensi 1 hingga 2 kali pengangkatan per menit serta hasil wawancara awal menunjukkan bahwa 8 dari 10 pekerja mengeluhkan nyeri pada beberapa bagian tubuh. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan faktor individu (usia dan IMT) dan faktor pekerjaan (beban kerja fisik, masa kerja, durasi kerja, dan MMH) terhadap keluhan MSDs pada pekerja produksi beton pracetak. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional analisis dengan desain penelitian cross-sectional. Penelitian dilakukan di industri produksi beton pracetak yaitu CV. MB Sumbersari dan NJS yang dilakukan pada bulan September 2025 hingga April 2026. Populasi penelitian sebanyak 97 orang dengan sampel berjumlah 87 responden secara proportional random sampling terdiri dari pekerja yang terlibat langsung dalam proses produksi seperti kegiatan pengangkatan, pemindahan, dan penataan produk. Variabel yang diteliti yaitu faktor individu meliputi usia dan IMT serta faktor pekerjaan meliputi beban kerja fisik, masa kerja, durasi kerja, dan manual material handling (MMH). Pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan pengukuran pada pekerja. Alat atau instrumen yang digunakan Cornell Musculoskeletal Discomfort Questionnaire (CMDQ), Manual Assessment Chart (MAC), timbangan berat badan, meteran, dan oximeter. Pengolahan data dimulai dengan editing, coding, entry data, dan cleaning. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat, analisis bivariat dilakukan dengan uji statistik spearman jika data tidak terdistribusi normal atau salah satu variabel berskala ordinal atau uji korelasi pearson jika data terdistribusi normal dan kedua variabel berskala rasio. Hasil penelitian menunjukkan responden berada pada usia produktif (21-49 tahun) dan memiliki IMT normal (65,5%). Median dari masa kerja yaitu selama 6 tahun dan median durasi kerja yaitu selama 6 jam. Distribusi median skor MMH yaitu angkat (11,5), bawa (12), dan penanganan tim (11). Mayoritas responden mengalami keluhan punggung bawah (69%). Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan usia (p = 0,879), IMT (p = 0,208), beban kerja fisik (p = 0,772), dan masa kerja (p = 0,663) terhadap keluhan MSDs. Hal ini menunjukkan bahwa keluhan MSDs dapat dirasakan oleh seluruh responden meskipun memiliki karakteristik individu, beban kerja fisik, dan masa kerja yang berbeda. Sementara itu, durasi kerja (p = 0,013) dan MMH ( p = <0,001) berhubungan secara signifikan dengan keluhan MSDs. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa faktor pekerjaan seperti durasi kerja dan MMH berkaitan dengan munculnya keluhan MSDs pada pekerja produksi beton pracetak. Saran penelitian yang dapat dipertimbangkan yaitu perusahaan perlu memberikan edukasi berupa poster dan pengawasan mengenai teknik pengangkatan beban serta postur kerja yang tepat. Selain itu, pekerja melakukan peregangan otot ringan seperti otot leher, bahu, dan lengan sebelum serta di sela melakukan aktivitas pekerjaan dan memerhatikan posisi tubuh saat mengangkat dan membawa beban. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Ana Islamiyah Syamila, S.Keb., M.KKK. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/12289 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Kesehatan Masyarakat | |
| dc.subject | Musculoskeletal Disorders (MSDs) | |
| dc.subject | Manual Material Handling | |
| dc.subject | Beban Kerja Fisik | |
| dc.subject | Pekerja Beton Pracetak | |
| dc.title | Hubungan Faktor Individu dan Faktor Pekerjaan terhadap Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Pekerja Produksi Beton Pracetak | |
| dc.type | Thesis |
