Motivasi Wisatawan Berkunjung ke Wisata Edukasi Omah Sinau di Desa Gesang Kabupaten Lumajang
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Skripsi ini mengangkat fenomena wisata edukasi sebagai bentuk pariwisata
yang menggabungkan unsur rekreasi dengan pembelajaran aktif, dengan fokus
khusus pada destinasi Omah Sinau Gesang di Desa Gesang, Kecamatan Tempeh,
Kabupaten Lumajang. Tempat ini tidak hanya menjadi ruang pembelajaran
alternatif berbasis komunitas, tetapi juga destinasi wisata yang menawarkan
berbagai aktivitas bermakna seperti Cas Cis Cus Keminggris, Kelas Tari
Tradisional, Permaculture Garden, hingga Pasar Kebun.
Penelitian ini berangkat dari latar belakang bahwa motivasi menjadi elemen
penting dalam perilaku wisatawan. Berdasarkan pendekatan fenomenologi dan
teori motif Alfred Schutz, motivasi wisatawan dipahami melalui dua dimensi
utama: motif karena (because motive) yang berakar dari pengalaman masa lalu, dan
motif untuk (in order to motive) yang berkaitan dengan tujuan masa depan.
Pengalaman individu, nilai budaya, dan latar sosialnya mempengaruhi bagaimana
mereka memaknai kunjungan ke Omah Sinau Gesang.
Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif fenomenologis
dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan
dokumentasi. Informan terdiri dari pengunjung yang telah memiliki pengalaman
minimal dua kali kunjungan dan berasal dari berbagai latar belakang, termasuk luar
Kabupaten Lumajang. Data yang diperoleh dianalisis secara induktif untuk
menangkap makna subjektif pengalaman wisatawan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wisatawan termotivasi
oleh keinginan untuk belajar dan berkontribusi sosial. Kegiatan Cas Cis Cus
Keminggris dipilih karena memberikan ruang belajar bahasa Inggris yang
menyenangkan dan informal, seringkali memicu nostalgia atas
pengalaman belajar sebelumnya. Sementara itu, Kelas Tari Tradisional menarik minat mereka yang
memiliki latar budaya Jawa atau ketertarikan terhadap pelestarian seni tradisional.
Kedua kegiatan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan edukatif, tetapi juga
membangun keterikatan emosional dan sosial antara wisatawan dan komunitas lokal.
Selain motivasi edukatif dan budaya, ada pula dorongan sosial seperti
keinginan untuk menjalin relasi, berbagi pengalaman, hingga mengisi waktu luang
secara produktif. Sebagian wisatawan menganggap kunjungan ke Omah Sinau
Gesang sebagai bentuk wisata bermakna, karena mereka tidak hanya menjadi
pengamat pasif, tetapi turut aktif dalam kegiatan yang berdampak nyata. Motivasi
ini memperkuat eksistensi Omah Sinau Gesang sebagai destinasi wisata edukasi
yang unik, berbasis partisipasi komunitas dan nilai-nilai lokal.
Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa motivasi wisatawan berkunjung
ke Omah Sinau Gesang tidak dapat dilepaskan dari interaksi antara pengalaman
masa lalu, tujuan pribadi, dan nilai-nilai sosial budaya yang melekat dalam diri
mereka. Penelitian ini juga menegaskan pentingnya pendekatan humanistik dalam
pengelolaan destinasi wisata edukatif, dengan lebih memahami dimensi subjektif
wisatawan agar tercipta pengalaman yang autentik dan transformatif.
Description
Rename file repositori 3 februari 2026_ratna/dea
