Motivasi Wisatawan Berkunjung ke Wisata Edukasi Omah Sinau di Desa Gesang Kabupaten Lumajang

dc.contributor.authorSindi Ariska Dwi Agustin
dc.date.accessioned2026-02-03T03:54:30Z
dc.date.issued2025-07-16
dc.descriptionRename file repositori 3 februari 2026_ratna/dea
dc.description.abstractSkripsi ini mengangkat fenomena wisata edukasi sebagai bentuk pariwisata yang menggabungkan unsur rekreasi dengan pembelajaran aktif, dengan fokus khusus pada destinasi Omah Sinau Gesang di Desa Gesang, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang. Tempat ini tidak hanya menjadi ruang pembelajaran alternatif berbasis komunitas, tetapi juga destinasi wisata yang menawarkan berbagai aktivitas bermakna seperti Cas Cis Cus Keminggris, Kelas Tari Tradisional, Permaculture Garden, hingga Pasar Kebun. Penelitian ini berangkat dari latar belakang bahwa motivasi menjadi elemen penting dalam perilaku wisatawan. Berdasarkan pendekatan fenomenologi dan teori motif Alfred Schutz, motivasi wisatawan dipahami melalui dua dimensi utama: motif karena (because motive) yang berakar dari pengalaman masa lalu, dan motif untuk (in order to motive) yang berkaitan dengan tujuan masa depan. Pengalaman individu, nilai budaya, dan latar sosialnya mempengaruhi bagaimana mereka memaknai kunjungan ke Omah Sinau Gesang. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif fenomenologis dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan terdiri dari pengunjung yang telah memiliki pengalaman minimal dua kali kunjungan dan berasal dari berbagai latar belakang, termasuk luar Kabupaten Lumajang. Data yang diperoleh dianalisis secara induktif untuk menangkap makna subjektif pengalaman wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wisatawan termotivasi oleh keinginan untuk belajar dan berkontribusi sosial. Kegiatan Cas Cis Cus Keminggris dipilih karena memberikan ruang belajar bahasa Inggris yang menyenangkan dan informal, seringkali memicu nostalgia atas pengalaman belajar sebelumnya. Sementara itu, Kelas Tari Tradisional menarik minat mereka yang memiliki latar budaya Jawa atau ketertarikan terhadap pelestarian seni tradisional. Kedua kegiatan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan edukatif, tetapi juga membangun keterikatan emosional dan sosial antara wisatawan dan komunitas lokal. Selain motivasi edukatif dan budaya, ada pula dorongan sosial seperti keinginan untuk menjalin relasi, berbagi pengalaman, hingga mengisi waktu luang secara produktif. Sebagian wisatawan menganggap kunjungan ke Omah Sinau Gesang sebagai bentuk wisata bermakna, karena mereka tidak hanya menjadi pengamat pasif, tetapi turut aktif dalam kegiatan yang berdampak nyata. Motivasi ini memperkuat eksistensi Omah Sinau Gesang sebagai destinasi wisata edukasi yang unik, berbasis partisipasi komunitas dan nilai-nilai lokal. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa motivasi wisatawan berkunjung ke Omah Sinau Gesang tidak dapat dilepaskan dari interaksi antara pengalaman masa lalu, tujuan pribadi, dan nilai-nilai sosial budaya yang melekat dalam diri mereka. Penelitian ini juga menegaskan pentingnya pendekatan humanistik dalam pengelolaan destinasi wisata edukatif, dengan lebih memahami dimensi subjektif wisatawan agar tercipta pengalaman yang autentik dan transformatif.
dc.description.sponsorshipDPU: Drs.Akhmad Ganefo, M.Si. DPA: Drs.Joko Mulyono, M .Si.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1222
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
dc.subjectWisata Edukasi
dc.subjectMotivasi Wisatawan
dc.subjectOmah Sinau Gesang
dc.subjectKota Lumajang
dc.titleMotivasi Wisatawan Berkunjung ke Wisata Edukasi Omah Sinau di Desa Gesang Kabupaten Lumajang
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Sindi Ariska Dwi Agustin - 210910302010.pdf
Size:
5.12 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: